Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 26 Oktober 2026 | 06.02 WIB

Jajaki Hidrogen Rendah Karbon Berbasis Biomassa, PLN EPI-FLEXIH Inc Teken NDA

PT PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI) dan FLEXIH Inc menandatangani perjanjian non-disclosure agreement (NDA). (ANTARA) - Image

PT PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI) dan FLEXIH Inc menandatangani perjanjian non-disclosure agreement (NDA). (ANTARA)

JawaPos.com - PT PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI) dan FLEXIH Inc menandatangani perjanjian non-disclosure agreement (NDA) dalam rangka menjajaki kerja sama pengembangan hidrogen rendah karbon berbasis biomassa.

FLEXIH merupakan perusahaan teknologi energi bersih berbasis di Amerika Serikat, yang mengembangkan teknologi modular E-Refinery untuk menghasilkan hidrogen, amonia, serta bahan bakar dan bahan kimia rendah karbon.

Dalam perjanjian ini, kedua perusahaan akan bertukar informasi dan mengevaluasi potensi biomassa sebagai bahan baku, peluang penyerapan hidrogen (offtake), serta opsi partisipasi investasi dengan tetap menjaga kerahasiaan informasi selama proses evaluasi.

Salah satu teknologi yang dikembangkan adalah gasifikasi plasma yang berpotensi mengolah berbagai jenis bahan baku, termasuk biomassa, menjadi produk energi bernilai tambah.

Direktur Biomassa PLN EPI Hokkop Situngkir menilai, NDA menjadi langkah strategis untuk membangun kepercayaan sekaligus membuka ruang pertukaran informasi dalam mendalami potensi kerja sama.

"Penandatanganan NDA ini merupakan langkah awal yang sangat penting dan strategis. Langkah ini menjadi fondasi hukum serta bentuk komitmen bersama dalam menjaga kerahasiaan dan keamanan informasi sensitif, seiring dengan dimulainya rencana pelaksanaan kerja sama dan pertukaran data antara PLN Energi Primer Indonesia dan FLEXIH," ujar Hokkop, dikutip Minggu (25/10).

CEO and Founder FLEXIH Inc Natarianto Indrawan mengatakan, kolaborasi menjadi faktor penting dalam pengembangan teknologi energi masa depan dengan mengoptimalkan potensi sumber daya domestik Indonesia.

"Pengembangan energi masa depan tidak dapat dilakukan sendiri-sendiri. Kita perlu membangun kolaborasi yang menghubungkan potensi sumber daya dan kebutuhan industri. Indonesia memiliki kekayaan biomassa yang dapat dikembangkan menjadi produk bernilai tambah lebih tinggi. Dengan pendekatan teknologi yang tepat, potensi tersebut dapat menjadi bagian dari upaya memperkuat kemandirian energi sekaligus mendukung dekarbonisasi," ungkapnya.

Menurut Natarianto, teknologi gasifikasi plasma memiliki karakteristik yang berpotensi mendukung pemanfaatan biomassa dengan kadar air relatif tinggi.

Editor: Estu Suryowati
Tags

Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022

Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore