
Pengembangan panas bumi menjadi pilar utama bagi ketahanan energi nasional. (ANTARA)
JawaPos.com - Pengembangan panas bumi menjadi pilar utama bagi ketahanan energi nasional. Direktur Operasi PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGE), Andi Joko Nugroho, mengatakan, selama seratus tahun perjalanan panas bumi Indonesia membuktikan bahwa energi panas bumi telah menjadi salah satu fondasi penting ketahanan energi nasional.
Perjalanan pengembangan panas bumi di Indonesia bermula dari survei manifestasi panas bumi di Kamojang, yang kemudian dilanjutkan dengan pengeboran eksplorasi pertama pada 1926. Sejak saat itu, Indonesia berkembang menjadi salah satu produsen listrik panas bumi terbesar di dunia dengan potensi sekitar 24 gigawatt (GW).
Potensi kedua terbesar di dunia ini, kata Andi, merupakan modal besar untuk memperkuat ketahanan dan swasembada energi nasional pada abad berikutnya.
Ia menambahkan, sebagai sumber energi baru terbarukan yang mampu menghasilkan listrik bersih secara andal selama 24 jam, panas bumi tidak hanya berperan dalam pembangkitan listrik, tetapi juga mendukung pengembangan industri hijau yang membutuhkan pasokan energi yang bersih dan stabil.
Menjawab peluang tersebut, PGE mengembangkan berbagai inovasi, mulai dari pemanfaatan langsung (direct use) untuk sektor pertanian dan industri hingga pengembangan green hydrogen sebagai bagian dari ekosistem energi rendah karbon.
“Ke depan, fokus PGE adalah mempercepat inovasi teknologi, memperluas pemanfaatan panas bumi di luar sektor kelistrikan, serta memperkuat kolaborasi agar potensi besar yang dimiliki Indonesia dapat memberikan manfaat yang semakin luas bagi masyarakat dan perekonomian nasional,” ujar Andi, dikutip Rabu (15/7).
Lebih lanjut, di sisi operasional, PGE juga mempercepat transformasi digital melalui pengembangan berbagai inovasi teknologi. Perseroan mengembangkan digitalisasi dan teknologi pengujian sumur panas bumi untuk meningkatkan akurasi data, efisiensi operasi, serta mempercepat pengambilan keputusan dalam pengembangan lapangan panas bumi.
Andi menambahkan, percepatan pengembangan panas bumi hanya dapat dicapai melalui kolaborasi lintas sektor yang kuat. “Melalui penguatan inovasi, kolaborasi lintas sektor, serta perluasan pemanfaatan panas bumi, PGE optimistis dapat memperkuat posisinya sebagai world-leading geothermal producer sekaligus geothermal centre of excellence,” kata Andi.
“Kedepan, perseroan akan terus mengoptimalkan aset eksisting, mendorong ekspansi bisnis, sekaligus mengembangkan berbagai sumber pendapatan masa depan (future revenue streams) melalui inovasi dan diversifikasi pemanfaatan energi panas bumi,” pungkasnya.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Guruh Soekarnoputra Meninggal, Ini Daftar Anak Soekarno yang Masih Hidup dan Sudah Tiada
Prediksi Skor Hong Kong vs Laos di FIFA ASEAN Cup: Duel Seru Berpotensi Imbang di Kai Tak Stadium
Prediksi Skor Slovakia vs Moldova di Liga Nations UEFA: Sokoli Borong Gol di Futbal Tatran Aréna
Prediksi Skor Albania vs Belarus di Liga Nations UEFA: Kuq e Zinjtë Menang Tipis Hadapi Tim Tamu
Prediksi Skor Bulgaria vs Luksemburg: Duel Ketat, Tuan Rumah Diunggulkan
Prediksi Skor Kamboja vs Myanmar di FIFA ASEAN Cup: Singa Asia Berpeluang Menang Tipis
Prediksi Skor Kuwait vs Irak di Arabian Gulf Cup: Laga Sengit Rawan Berakhir Imbang
Prediksi Skor Makedonia Utara vs Swiss di Liga Nations UEFA: Nati Pesta Gol di Kandang Lawan
Prediksi Skor Lithuania vs Azerbaijan di UEFA Nations League: Duel Ketat Berpotensi Imbang
Prediksi Skor Slovenia vs Skotlandia: Sesko Absen, Era Baru Pocognoli Dimulai di Ljubljana

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022