Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 13 Juli 2026 | 05.58 WIB

Hindari Pajak Karbon Transportasi Udara, INACA Dorong SAF di Bandara Internasional

INACA mendorong penggunaan SAF diprioritaskan di bandara internasional untuk mengantisipasi dampak pajak karbon sekaligus menjaga daya saing maskapai nasional. (ANTARA) - Image

INACA mendorong penggunaan SAF diprioritaskan di bandara internasional untuk mengantisipasi dampak pajak karbon sekaligus menjaga daya saing maskapai nasional. (ANTARA)

JawaPos.com - Asosiasi Maskapai Penerbangan Nasional Indonesia atau Indonesian National Air Carriers Association (INACA) mendorong penggunaan sustainable aviation fuel (SAF) diprioritaskan di bandara internasional untuk mengantisipasi dampak pajak karbon sekaligus menjaga daya saing maskapai nasional di pasar global.

Ketua Umum INACA Denon Prawiraatmadja mengatakan, pentingnya penerapan SAF di bandara internasional karena rute internasional berpotensi menghadapi kebijakan pajak karbon sehingga mempengaruhi daya saing maskapai nasional.

"Sehingga rute-rute internasional yang berpotensi akan dikenakan carbon tax tidak menjadi pengurang competitive value dari maskapai nasional kita," kata Denon dikonfirmasi di Jakarta, Minggu.

Denon mengatakan, usulan tersebut telah disampaikan kepada Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) sebagai bagian dari persiapan implementasi SAF pada 2027.

Ia menilai, penggunaan SAF pada penerbangan internasional dapat membantu maskapai memenuhi tuntutan pengurangan emisi sekaligus mempertahankan posisi kompetitif di pasar penerbangan global.

Terkait kesiapan industri, Denon mengatakan, penyesuaian teknis terhadap pesawat menjadi ranah pabrikan sehingga operator penerbangan lebih memusatkan perhatian pada aspek biaya operasional.

Menurutnya, maskapai membutuhkan kepastian penggunaan SAF tetap memberikan biaya operasional yang terjangkau agar tidak membebani keberlangsungan usaha penerbangan berjadwal di Indonesia.

Denon memperkirakan harga SAF masih lebih tinggi dibandingkan bahan bakar avtur konvensional sehingga implementasinya perlu dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan kemampuan industri penerbangan nasional.

INACA berharap penerapan SAF dapat berlangsung secara bertahap, didukung pasokan memadai dan kebijakan yang seimbang sehingga target pengurangan emisi tercapai tanpa mengurangi daya saing maskapai Indonesia.

Editor: Estu Suryowati
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore