Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 20 Juni 2026 | 15.09 WIB

Perundingan AS-Iran Batal, Harga Minyak Mentah Dunia Kembali Menguat

ILUSTRASI: Pengeboran minyak mentah dunia. (Istimewa) - Image

ILUSTRASI: Pengeboran minyak mentah dunia. (Istimewa)

JawaPos.com - Harga minyak mentah dunia ditutup menguat pada perdagangan Jumat (19/6) usai pembicaraan damai antara Amerika Serikat dan Iran yang akan berlangsung di Swiss batal dilaksanakan.

Berdasarkan Investing, harga minyak mentah untuk kontrak berjangka Brent ditutup naik sebesar 0,7 persen persen menjadi USD 80,57 pada perdagangan Jumat (19/6). Sedangkan untuk harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) naik sebesar turun 0,1 persen menjadi USD 76,51 per barel.

Kementerian Luar Negeri Swiss menyatakan bahwa perundingan AS–Iran yang semula dijadwalkan berlangsung di Bürgenstock pada hari Jumat telah dibatalkan dan tidak akan berjalan sesuai rencana.

Gedung Putih juga mengatakan bahwa Wakil Presiden AS, JD Vance, tidak lagi melakukan perjalanan ke Swiss, dengan alasan masih adanya masalah logistik yang belum terselesaikan terkait perundingan tersebut.

Pada hari Kamis, Vance mengatakan bahwa kapal-kapal tanker yang mengangkut lebih dari 12 juta barel minyak telah melintasi Selat Hormuz pada malam sebelumnya.

"Untuk malam kedua berturut-turut, Iran tidak menembaki kapal mana pun di Selat Hormuz. Sejauh ini, mereka mematuhi bagian komitmen yang menjadi tanggung jawab mereka,” ujar Vance dikutip CNBC.

Sebagaimana diketahui, Nota kesepahaman yang batal dilaksanakan tersebut terdiri dari 14 poin untuk memulai periode negosiasi selama 60 hari, di mana Iran akan mengizinkan lalu lintas bebas biaya melalui Selat Hormuz, jalur pelayaran utama bagi minyak dan gas dunia. Kesepakatan itu menargetkan pemulihan lalu lintas di selat tersebut hingga kapasitas penuh dalam waktu 30 hari.

Kesepakatan awal tersebut menunda pembahasan sejumlah isu yang lebih sulit, seperti program nuklir Iran, dan juga mengharuskan AS beserta mitranya menyusun rencana pendanaan senilai USD 300 miliar untuk membantu pemulihan Iran.

Jika perjanjian ini berhasil diterapkan dan Selat Hormuz dibuka kembali, krisis pasokan tahun ini dapat berubah menjadi kelebihan pasokan yang signifikan pada tahun 2027.

Badan Energi Internasional (IEA) memperkirakan bahwa pasokan minyak akan melampaui permintaan sebesar 5,05 juta barel per hari tahun depan seiring kembalinya pasokan minyak Timur Tengah ke pasar.

Editor: Bintang Pradewo
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore