Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 6 Juni 2026 | 03.30 WIB

Sherly Tjoanda Akui Hilirisasi Telah Mengubah Ekonomi Malut secara Signifikan

Gubernur Maluku Utara Sherly Tjoanda dalam diskusi "Responsible Downstreaming at Scale: Lessons from North Maluku" di Jakarta, Rabu (3/6). (ANTARA) - Image

Gubernur Maluku Utara Sherly Tjoanda dalam diskusi "Responsible Downstreaming at Scale: Lessons from North Maluku" di Jakarta, Rabu (3/6). (ANTARA)

JawaPos.com - Gubernur Maluku Utara Sherly Tjoanda mengatakan hilirisasi nikel telah mengubah Maluku Utara dari daerah penghasil sumber daya alam menjadi salah satu kawasan industri dengan pertumbuhan ekonomi tinggi di Indonesia.

"Pertumbuhan ekonomi tahun lalu mencapai 34 persen secara tahunan dan pada triwulan I tahun ini sebesar 19,6 persen," kata Sherly dalam diskusi "Responsible Downstreaming at Scale: Lessons from North Maluku" di Jakarta, Rabu (3/6).

Menurut dia, pengembangan industri hilirisasi nikel telah mendorong investasi, membuka lapangan kerja, membangun infrastruktur industri, serta menghubungkan Maluku Utara (Malut) dengan rantai pasok global kendaraan listrik dan baja nirkarat.

Ia menjelaskan, Maluku Utara telah menjadi salah satu pusat hilirisasi nikel nasional melalui pengembangan kawasan industri seperti Indonesia Weda Bay Industrial Park (IWIP) di Halmahera Tengah yang terintegrasi dari pertambangan hingga pengolahan nikel untuk bahan baku baja nirkarat dan baterai kendaraan listrik.

"Hilirisasi telah mengubah perekonomian Maluku Utara secara signifikan," ujarnya.

Ia mengatakan, Maluku Utara saat ini berkontribusi sekitar seper tujuh produksi nikel global dan menjadi bagian penting dalam rantai pasok mineral kritis dunia. Sherly menilai tahap berikutnya dari pengembangan hilirisasi perlu difokuskan pada penguatan manfaat ekonomi bagi masyarakat lokal.

"Tahap berikutnya harus fokus pada manfaat yang lebih luas bagi masyarakat," tuturnya.

Pemerintah Provinsi Maluku Utara, lanjut dia, mendorong lebih banyak pelaku UMKM lokal masuk ke rantai pasok industri, mulai dari katering, logistik, jasa perawatan, jasa penatu, hingga penyediaan alat keselamatan kerja.

Selain itu, pemerintah daerah juga memperkuat sektor pertanian dan perikanan agar kebutuhan pangan kawasan industri dapat dipenuhi petani dan nelayan lokal.

Editor: Estu Suryowati
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore