Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 2 Juni 2026 | 02.40 WIB

Viral Tagihan Listrik Naik hingga 50 Persen, PLN Tegaskan Tak ada Kenaikan Tarif

Ilustrasi pekerja PLN melakukan perbaikan jaringan listrik di di Denpasar. (Humas PLN UID Bali/Antara) - Image

Ilustrasi pekerja PLN melakukan perbaikan jaringan listrik di di Denpasar. (Humas PLN UID Bali/Antara)

JawaPos.com - PT PLN (Persero) akhirnya buka suara terkait ramainya informasi yang beredar di media sosial mengenai keluhan kenaikan tagihan listrik hingga 50 persen. PT PLN sendiri menegaskan bahwa tak ada kenaikan tarif listrik.

“Tidak ada kenaikan tarif listrik. PLN senantiasa menjalankan kebijakan tarif listrik sesuai yang ditetapkan oleh Pemerintah melalui Kementerian ESDM, untuk periode April-Juni 2026 tarif listrik tetap dan tidak mengalami perubahan dari periode sebelumnya,” kata Gregorius Adi Trianto, Executive Vice President Komunikasi Korporat dan TJSL PT PLN (Persero), kepada JawaPos.com, Senin (1/6).

Dia berpesan bahwa pelanggan sendiri sejatinya bisa memanfaatkan aplikasi PLN Mobile untuk memantau riwayat pembelian token dan pembayaran tagihan listrik secara mandiri, sehingga dapat mengetahui dan mengatur pola penggunaan listrik secara lebih efisien.

Adapun langkah mudah mengecek riwayat pemakaian melalui PLN Mobile adalah sebagai berikut:

1. Buka aplikasi PLN Mobile.
2. Pilih menu "Token dan Pembayaran" pada halaman utama.
3. Klik tombol "Tambah ID Pelanggan" (jika belum terdaftar).
4. Masukkan ID Pelanggan Anda.
5. Klik tombol "Riwayat Penggunaan" (untuk pelanggan pascabayar) atau "Riwayat Pembelian Token" (untuk pelanggan prabayar).

“Selain itu, PLN juga terus mengimbau pelanggan untuk menggunakan listrik secara aman dan bijak, antara lain dengan memeriksa instalasi listrik di dalam rumah secara berkala serta mencabut perangkat elektronik yang tidak digunakan agar konsumsi energi tetap terkendali,” tukas dia.

Sebelumnya, jagat maya dihebohkan dengan kenaikan listrik PLN. Bahkan, kenaikan disebut-sebut mencapai angka 50 persen dalam rentang waktu Mei dan Juni 2026.

Kabar ini salah satunya diunggah oleh akun Instagram @depok24jam yang mengungkap rasa keheranan warganet terkait pemakaian listriknya.

“Padahal, banyak masyarakat yang merasa pemakaian listrik mereka tetap sama dan tidak ada penambahan perangkat elektronik di rumah,” tulis @depok24jam pada akun Instagramnya.

Editor: Estu Suryowati
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore