Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 28 Mei 2026 | 20.23 WIB

Harga Minyak Dunia Melonjak Lebih Dari 3 Persen Usai Serangan Terbaru AS ke Iran

Ilustrasi minyak mentah dunia. - Image

Ilustrasi minyak mentah dunia.

JawaPos.com – Harga minyak dunia kembali fluktuatif, setelah sempat turun lebih 5 persen kini tercatat melonjak tajam lebih dari 3 persen setelah eskalasi konflik antara Amerika Serikat (AS) dan Iran memicu kekhawatiran baru terhadap gangguan jalur distribusi energi global melalui Selat Hormuz.

Mengutip The Economic Times, minyak mentah Brent yang menjadi patokan global tercatat naik lebih dari 3 persen hingga menyentuh USD 91,71 per barel pada perdagangan Kamis (28/5).

"Lonjakan tersebut terjadi setelah muncul laporan mengenai serangan terbaru AS terhadap target militer Iran di sekitar Selat Hormuz," bunyi laporan itu.

Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) menyatakan telah menyerang pangkalan udara AS sekitar pukul 04.50 waktu setempat. Informasi itu disampaikan kantor berita semi-resmi Tasnim, namun IRGC belum mengungkap lokasi pasti pangkalan yang menjadi sasaran.

Di sisi lain, pejabat Amerika Serikat mengungkapkan pasukan Komando Pusat AS berhasil menembak jatuh empat drone serang satu arah milik Iran yang dianggap mengancam keamanan di sekitar Selat Hormuz. Militer AS juga dilaporkan menyerang stasiun kendali darat Iran di Bandar Abbas yang disebut tengah bersiap meluncurkan drone kelima.

Eskalasi terbaru ini terjadi hanya beberapa hari setelah militer AS melakukan apa yang disebut sebagai “serangan bela diri” di Iran selatan. Operasi tersebut menargetkan kapal-kapal yang diduga berupaya memasang ranjau di jalur pelayaran strategis dan lokasi peluncuran rudal.

Di sisi lain, Komando Pusat AS menyebut operasi itu dilakukan demi melindungi pasukan Amerika serta menjaga keamanan jalur pelayaran komersial internasional. Menanggapi serangan tersebut, IRGC menegaskan pihaknya akan membalas pelanggaran gencatan senjata setelah mendeteksi drone AS dan jet tempur F-35 memasuki wilayah udara Iran.

Seorang pejabat AS mengatakan serangan terbaru Washington difokuskan pada fasilitas militer Iran yang diyakini mengancam pasukan Amerika dan lalu lintas maritim di Selat Hormuz.
Sementara itu, Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyebut Iran kini “bernegosiasi dengan sisa-sisa bahan bakar”.

Sementara itu, Bank investasi Swiss UBS turut memperingatkan tekanan terhadap pasar minyak global semakin besar akibat menyusutnya persediaan minyak dunia di tengah gangguan pengiriman melalui Selat Hormuz.

Editor: Sabik Aji Taufan
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore