
Danau Kemiri di Desa Pagardewa, Muara Enim, Sumatera Selatan. (Istimewa)
JawaPos.com - Danau Kemiri di Desa Pagardewa, Kabupaten Muara Enim, Sumatera Selatan, perlahan berubah fungsi. Tak lagi sekadar badan air di tengah desa, kawasan ini kini berkembang menjadi ruang publik, pusat aktivitas wisata edukatif, sekaligus penyangga ketahanan lingkungan warga.
Pada awal pekan ini, pengelolaan sejumlah fasilitas pendukung Danau Kemiri, mulai dari playground hingga landmark wisata, resmi diserahkan kepada Pemerintah Desa Pagardewa.
Penyerahan ini menandai fase lanjutan dari Program Pendekar Dewa, sebuah inisiatif penguatan desa yang dijalankan PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) sebagai Subholding Gas Pertamina sejak 2021.
Berbeda dari program bantuan satu kali, Pendekar Dewa diklaim dirancang sebagai intervensi jangka menengah hingga panjang, dengan fokus pada persoalan struktural yang selama ini membayangi desa-desa berbasis komoditas tunggal seperti Pagardewa.
Ketergantungan Karet dan Kerentanan Desa
Sekitar 70 persen warga Pagardewa menggantungkan hidup dari perkebunan karet. Ketergantungan tinggi ini membuat ekonomi desa rentan terhadap fluktuasi harga, sementara persoalan lain seperti keterbatasan akses air bersih dan ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) rutin muncul saat musim kemarau.
Situasi tersebut berdampak langsung pada stabilitas pendapatan rumah tangga, terutama kelompok rentan. Dalam konteks inilah program Pendekar Dewa mulai dijalankan secara bertahap.
Direktur Manajemen Risiko PGN, Eri Surya Kelana, menjelaskan bahwa pendekatan program dilakukan melalui pemetaan kebutuhan desa, bukan sekadar pembangunan fisik. Fase awal pada 2021–2022 difokuskan pada penguatan fondasi dan identifikasi masalah.
Fase berikutnya pada 2023–2024 diarahkan pada penguatan sistem ekonomi dan sosial, sementara tahun 2025 menjadi tahap transisi pengelolaan kepada aktor lokal.
"“Yang dibangun bukan hanya fasilitas, tetapi sistem agar desa punya daya tahan ekonomi dan lingkungan dalam jangka panjang,” kata Eri melalui keterangannya.
Program tersebut dikatakan dijalankan melalui tiga pilar utama: Aman, Setara, dan Ekonomi Kreatif. Pada pilar Aman, intervensi difokuskan pada upaya menstabilkan pendapatan petani karet.
Salah satunya melalui Stasiun Lateks yang memotong rantai distribusi dan memperbaiki posisi tawar petani. Program ini dilengkapi sentra bibit unggul karet serta pengembangan usaha alternatif seperti budidaya madu dan UMKM keluarga petani.
Hasilnya, pendapatan tahunan petani karet pada 2025 tercatat mencapai Rp 57,6 juta, naik sekitar 33 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Selain itu, optimalisasi lahan replanting menghasilkan nilai ekonomi sekitar Rp120 juta.
Sebanyak 28 anggota keluarga petani, mayoritas perempuan, mulai memiliki sumber penghasilan mandiri dari aktivitas UMKM.
Sementara itu, pilar Setara menyasar persoalan dasar yang kerap luput dari perhatian, yakni akses air bersih dan sanitasi. Sebelum program berjalan, sebagian warga harus menempuh jarak hingga satu kilometer untuk mendapatkan air.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Rapid Vienna vs Hearts: Tuan Rumah Terancam Tumbang di Liga Konferensi Eropa
Prediksi Skor Viking FK vs Dinamo Zagreb: Purgeri Diprediksi Menang Tipis di Norwegia!
Desta Resmi Hengkang dari Vindes, Perusahaan Berjalan Bersama Vincent Rompies
Robot Humanoid Tiongkok Kalahkan Rekor Lari Usain Bolt, Lalu Terbakar
Prediksi Skor AEK Athens vs Levski Sofia di Kualifikasi Liga Champions 2026/2027: Tuan Rumah Menang!
Prediksi Skor Celta Vigo vs Osasuna di Liga Spanyol 2026/2027: Los Celestes Bakal Raih 3 Poin!
Prediksi Skor Celje vs Slovan Bratislava di Kualifikasi Liga Champions 2026/2027: Berujung Penalti?
Prediksi Skor Lyon vs Fenerbahce di Kualifikasi Liga Champions 2026/2027: Kans Les Gones Menang!
Kiai Ta’in Tebuireng Dipolisikan Jelang Muktamar NU, TAAT Pasang Badan
Prediksi Skor Rapid Wien vs Hearts di Play-off Liga Konferensi Eropa: Tim Tamu Dijagokan Lolos!
