
Electricity Connect 2025 telah dilaksanakan pada 19-21 November 2025 lalu, di Jakarta International Convention Center (JCC). (dok. MKI)
JawaPos.com - Masyarakat Ketenagalistrikan Indonesia (MKI) kembali menunjukkan komitmennya dalam upaya pengurangan emisi karbon dengan menyelenggarakan Electricity Connect 2025 sebagai acara berstatus event nol emisi.
Gelaran konferensi dan pameran ketenagalistrikan terbesar di Indonesia itu telah dilaksanakan pada 19-21 November 2025 lalu, di Jakarta International Convention Center (JCC). Event ini menyeimbangkan seluruh jejak karbonnya melalui mekanisme penukaran Sertifikat Pengurangan Emisi (SPE).
Langkah MKI selaras dengan pernyataan Sekretaris Jenderal Dewan Energi Nasional (DEN), Dadan Kusdiana, yang menegaskan bahwa pemerintah terus mendorong penurunan emisi dari sektor energi sebagai bagian dari agenda menuju Net Zero Emission (NZE). Upaya tersebut juga berkaitan dengan peningkatan pemanfaatan energi baru terbarukan (EBT) di sektor ketenagalistrikan nasional.
"Presiden Prabowo Subianto baru saja mengesahkan kebijakan energi baru dalam Peraturan Pemerintah Nomor 40 tahun 2025 tentang Kebijakan Energi Nasional, dimana tujuannya adalah untuk mengurangi emisi di sektor energi dan kita menarget NZE di tahun 2060 atau lebih cepat," terang Dadan dalam keterangannya, Kamis (4/12).
Untuk merealisasikan penyelenggaraan event nol emisi tersebut, MKI bekerja sama dengan PT PLN Energy Management Indonesia (PLN EMI) yang memiliki kompetensi di bidang environmental management, pengurangan emisi, dan pengelolaan SPE atau carbon credits. PLN EMI kemudian mendukung penuh dengan melakukan penghitungan jejak karbon acara serta menyediakan SPE yang dibutuhkan untuk proses carbon offset.
Sebagai informasi tambahan, carbon offset merupakan mekanisme mengimbangi emisi gas rumah kaca yang muncul dari suatu kegiatan dengan membiayai proyek lain yang dapat menurunkan atau menyerap emisi tersebut.
Berdasarkan penghitungan PLN EMI, total jejak karbon dari penyelenggaraan Electricity Connect 2025 mencapai 920,47 tCO₂, yang terdiri atas 869,72 tCO₂ dari aktivitas penerbangan, 42,75 tCO₂ dari penggunaan kendaraan, dan 8,00 tCO₂ dari konsumsi listrik. Jumlah tersebut kemudian diganti dengan SPE yang berasal dari Pembangkit Listrik Tenaga Gas (PLTG) Muara Karang Blok 3.
Sekretaris Jenderal MKI sekaligus Ketua Panitia Pelaksana Electricity Connect 2025, Arsyadany G. Akmalaputri, menegaskan bahwa penyelenggaraan tahun ini menjadi salah satu contoh event berskala besar di Indonesia yang menerapkan prinsip ramah lingkungan.
Ia menjelaskan bahwa panitia menerapkan proses pengurangan emisi karbon secara terukur dan terverifikasi untuk menunjukkan kontribusi konkret terhadap isu perubahan iklim.
"Perubahan iklim mendorong MKI untuk memperhatikan dampak lingkungan dari kegiatan atau event yang kami selenggarakan. Kami melihat Electricity Connect 2025 bukan hanya sekadar ruang berkumpulnya entitas ketenagalistrikan di Indonesia dan kawasan, melainkan juga medium penting untuk menyampaikan komitmen kami terhadap kelestarian lingkungan melalui penerapan Event Nol Emisi," ungkapnya.
Arsyadany juga menyampaikan apresiasi terhadap kesiapan PLN EMI yang mampu mendukung penyelenggaraan acara besar ramah lingkungan melalui penghitungan jejak karbon dan penyediaan SPE. Menurutnya, mekanisme SPE memberikan legitimasi atas kontribusi nyata MKI dalam menekan emisi gas rumah kaca dan sekaligus membantu pencapaian target Nationally Determined Contribution (NDC) Indonesia.
"Sebagai konsistensi yang telah dimulai tahun lalu, Electricity Connect 2025 merupakan event nol emisi dimana seluruh jejak karbon yang sudah ditinggalkan ditukar dengan SPE Gas Rumah Kaca," pungkas Arsyadany.

Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Link Live Streaming Semifinal Uber Cup 2026 Indonesia vs Korea Selatan dan Line-up Pertandingan
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
