
Area terdampak banjir di Kecamatan Batang Toru dan Muara Batang Toru. (dok. PTAR)
JawaPos.com - Bencana alam banjir hingga tanah longsor telah melanda sejumlah titik di Sumatera Utara hingga Sumatra Barat. Perusahaan pertambangan, PT Agincourt Resources (PTAR), mengungkapkan hasil telaah mengenai narasi terkait keterhubungan antara bencana longsor dan banjir bandang di Tapanuli Selatan dengan keberadaan Tambang Emas Martabe.
"Temuan kami menunjukkan bahwa mengaitkan langsung operasional Tambang Emas Martabe dengan kejadian banjir bandang di Desa Garoga merupakan kesimpulan yang prematur dan tidak tepat," kata PTAR dalam keterangannya, Selasa (2/12).
PTAR menjabarkan, berdasarkan data dan fakta di lapangan, peristiwa banjir bandang dan longsor bisa dijelaskan dengan sebagai berikut!
Sungai Garoga Tak Mampu Tampung Debit Air Akibat Penyumbatan Kayu Gelondongan
Siklon Senyar memicu hujan berintensitas sangat tinggi di wilayah Tapanuli Selatan. Curah hujan tersebut bersifat ekstrem dan secara statistik termasuk dalam kategori hujan maksimum yang belum pernah tercatat setidaknya dalam 50 tahun terakhir.
Volume hujan yang luar biasa besar itu turun merata di kawasan Sumatra bagian utara, termasuk Hutan Batang Toru yang merupakan daerah hulu sejumlah sungai utama di Kecamatan Batang Toru, seperti Sungai (Aek) Garoga, Aek Pahu, dan Sungai Batang Toru.
Pusat awal terjadinya banjir bandang berada di Desa Garoga yang masuk dalam Sub-Daerah Aliran Sungai (DAS) Garoga, kemudian meluas ke sejumlah desa sekitar, antara lain Huta Godang, Batu Horing, Sitinjak, dan Aek Ngadol.
Banjir bandang terjadi karena alur Sungai Garoga tidak mampu menampung besarnya debit air yang datang secara tiba-tiba. Kondisi ini diperparah oleh penyumbatan besar-besaran material kayu gelondongan di Jembatan Garoga I dan Jembatan Anggoli (Garoga II).
Penyumbatan tersebut mencapai titik kritis pada 25 November sekitar pukul 10 pagi, memicu perubahan mendadak arah aliran sungai. Dua anak Sungai Garoga kemudian bergabung membentuk alur baru yang langsung menerjang Desa Garoga. Hingga kini, puluhan korban telah dinyatakan meninggal dan puluhan lainnya masih hilang. Jumlah korban diperkirakan akan terus bertambah dalam beberapa hari mendatang.
Kegiatan PTAR di DAS Aek Pahu Tak Berkaitan dengan Bencana di Garoga
PTAR beroperasi di sub-DAS Aek Pahu yang secara hidrologis terpisah dari DAS Garoga. Walaupun kedua aliran sungai tersebut pada akhirnya bertemu, titik konvergensinya berada jauh di hilir Desa Garoga dan kemudian mengalir menuju pantai barat Sumatra.
Dengan demikian, kegiatan PTAR di DAS Aek Pahu tidak memiliki keterkaitan langsung dengan bencana yang terjadi di Garoga.
Beberapa kejadian longsor memang teridentifikasi di wilayah sub-DAS Aek Pahu, namun tidak ditemukan adanya banjir bandang di sepanjang aliran sungainya. Berbeda dengan Sungai Garoga, aliran Sungai Aek Pahu tidak menunjukkan adanya arus lumpur dan kayu gelondongan dalam jumlah besar yang dapat memicu penyumbatan masif.
Lima belas Desa Lingkar Tambang yang sebagian besar berada di sub-DAS Aek Pahu pun tidak mengalami dampak berarti, bahkan saat ini menjadi lokasi utama untuk menampung para pengungsi.
Hasil investigasi lanjutan melalui pemantauan udara menggunakan helikopter di area hulu Sungai Garoga memperkuat penjelasan mengenai sumber bencana. Dari titik-titik pengamatan di sub-DAS Garoga, terlihat secara jelas adanya rangkaian longsor besar pada tebing-tebing di sepanjang alur sungai, termasuk di kawasan hutan lindung.

Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
Jadwal Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Siap Jaga Konsistensi di Barcelona
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
Fans Persija Datangi Sesi Latihan di Sawangan, Jakmania Bentangkan Spanduk Kritik untuk Manajemen Klub
Hasil Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Bikin Kejutan! Tembus 13 Besar di FP2
11 Oleh-Oleh Khas Semarang yang Paling Diburu Wisatawan karena Rasanya Lezat dan Cocok Dijadikan Buah Tangan
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
12 Hotel Terbaik di Semarang dengan Fasilitas Lengkap, Nuansa Cozy dan Menenangkan untuk Quality Time Bersama Orang Tercinta
13 Buah Tangan Khas Malang Paling Populer dengan Cita Rasa Lezat dan Harga Ramah di Kantong
