
Suhu global diproyeksikan akan naik sebesar 2,3-2,5 derajat Celsius meski seluruh negara capai target Perjanjian Paris 2035. (Reuters)
JawaPos.com - Laporan PBB menyebutkan bahwa emisi gas rumah kaca (GRK) global pada 2024 meningkat sebesar 2,3 persen dan mencetak rekor tertinggi 57,7 miliar ton.
Emisi tersebut masih jauh dari target yang ditetapkan dalam perjanjian iklim Paris 2015 untuk membatasi pemanasan global hingga 1,5 derajat Celcius di atas tingkat pra-industri.
Organisasi tersebut memperingatkan suhu dapat meningkat hingga 2,8 derajat pada abad ini kecuali ada tindakan cepat untuk mengatasinya.
Bahkan jika semua negara yang terlibat Perjanjian Paris mencapai target pengurangan CO2 mereka pada 2035, suhu global diproyeksikan akan naik sebesar 2,3 hingga 2,5 derajat Celcius, menurut laporan Program Lingkungan PBB.
"Ini akan sulit untuk dibalikkan -- memerlukan pengurangan tambahan yang lebih cepat dan lebih besar untuk emisi gas rumah kaca guna meminimalkan kelebihan emisi" dan mengurangi kerusakan terhadap kehidupan dan perekonomian, menurut laporan itu memperingatkan.
Jika Amerika Serikat secara resmi menarik diri dari perjanjian tersebut, suhu berpotensi naik sebesar 0,1 derajat tambahan, kata laporan itu sebagaimana diwartakan Kyodo-OANA.
Tiongkok memiliki pengeluaran emisi tertinggi pada 2024, yaitu 15,6 miliar ton. Amerika Serikat menyusul dengan 5,9 miliar ton, India dengan 4,4 miliar ton, Uni Eropa dengan 3,2 miliar ton, dan Rusia dengan 2,6 miliar ton.
Kelompok 20 negara dengan perekonomian besar (G20), tidak termasuk Uni Afrika, menyumbang 77 persen dari total emisi dan tindakan yang lebih ambisius dituntut dari negara-negara anggotanya.
Namun, mengingat skala pengurangan yang diperlukan dan waktu yang tersisa untuk mencapainya, suhu global rata-rata sangat mungkin melebihi 1,5 derajat C dalam dekade berikutnya.
Pengurangan sebesar 55 persen dari tingkatnya pada 2019 diperlukan pada 2035 untuk membatasi pemanasan hingga 1,5 derajat C.
Namun, bahkan meskipun semua negara memenuhi target mereka saat ini, pengurangan tersebut diproyeksikan hanya mencapai sekitar 15 persen, menurut laporan tersebut.
"Selama 10 tahun Perjanjian Paris, telah terjadi penurunan suhu yang cukup besar," kata laporan itu. "Oleh karena itu, komunitas internasional sebaiknya mempercepat aksi iklim... Namun, kemauan politik untuk melakukannya masih kurang".
Sekarang, fokusnya akan beralih ke Konvensi Kerangka Kerja PBB tentang Perubahan Iklim, yang dikenal sebagai COP30, di Brasil bulan ini, terkait apakah diskusi di sana dapat menghasilkan penguatan langkah-langkah.

Prediksi Susunan Pemain Timnas Portugal vs RD Kongo: Vitinha Incar Gol Pertamanya
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
7 Weton Tulang Wangi Darah Manis yang Disukai Mahluk Halus Menurut Primbon Jawa, Weton Anda Termasuk?
Daftar Pemain Ghana dan Panama di Grup L Piala Dunia 2026
Prediksi Skor Austria vs Yordania di Piala Dunia 2026: Debut Bersejarah Wakil Asia Terancam di Laga Pertama
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
Prediksi Skor Timnas Portugal vs RD Kongo, Duel Pembuka Grup K Piala Dunia 2026 yang Sarat Ambisi
Surat Pernyataan Manajer Kopdes Merah Putih Bocor di Medsos, Undur Diri Kena Denda Rp 100 Juta?
5 Transportasi Surabaya-Malang Selain Motor yang Lebih Hemat, Tarif Mulai Rp 12 Ribuan
