Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 12 Juli 2025 | 03.35 WIB

Timbal dan Perak Hasil Smelter Freeport Diserap Industri Domestik

Smelter PT Freeport Indonesia di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Manyar, Gresik tidak hanya menghasilkan emas dan tembaga. - Image

Smelter PT Freeport Indonesia di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Manyar, Gresik tidak hanya menghasilkan emas dan tembaga.

JawaPos.com - Smelter PT Freeport Indonesia di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Manyar, Gresik tidak hanya menghasilkan emas dan tembaga. Kamis (10/7), PT Solder Tin Andalan Indonesia (Stania) kepincut untuk menyerap perak dan timbal hasil dari fasilitas Precious Metal Refinery (PMR).

Ketertarikan itu ditandai penandatanganan Heads of Agreement (HoA) jual beli timbal dan perak yang dilakukan oleh Presiden Direktur PTFI Tony Wenas dan Direktur PT Stania An Sudarno. Kesepakatan itu pun disaksikan Wakil Menteri Investasi dan Hilirisasi Todotua Pasaribu, dan Direktur Utama PT Arsari Tambang Aryo Djojohadikusumo di Batam, Kamis (10/7).

Perak dan timbal yang dihasilkan dari PMR itu akan digunakan untuk produksi solder tin. "PTFI memproduksi perak dan juga by product lainnya seperti timbal. Itu yang kemudian akan kita supply ke Stania untuk campuran solder tin. Jumlah kira-kira 10 ton perak per tahun dan 250 ton timbal per tahun," ucap Presdir PTFI Tony Wenas.

Tony berharap logam hasil pemurnian PTFI di Smelter Gresik dapat diserap industri dalam negeri secara maksimal. Sehingga ekosistem hilirisasi yang berkaitan dengan produk lanjutan serta ekosistem electric vehicle (EV) dapat cepat tercapai.

"Seperti harapan pemerintah untuk ekosistem hilirisi produk smelter," imbuhnya.

Fasilitas PMR PTFI menjadi salah satu produsen emas dan perak batangan di Indonesia. Dengan kapasitas pemurnian sekitar 50 ton emas dan 200 ton perak per tahun serta Platinum Group metals yaitu 30 kg platinum, 375 kg paladium.

"Pada Juli, PMR PTFI telah memproduksi perak batangan. Estimasi saat ini hingga akhir tahun 2025, PTFI akan memproduksi perak sebesar 100 ton. Sementara untuk produksi timbal sebanyak 2 ribu ton per tahun," kata Tony.

Direktur PT Stania Sudarno menjelaskan sinergi antara PTFI dengan Stania merupakan langkah penting dalam mewujudkan kemandirian Indonesia di sektor pertambangan, terutama dalam hilirisasi perak. "Perak dan timbal diperlukan sebagai paduan untuk memproduksi solder tin. Kebutuhan Stania untuk timbal saat ini sebanyak 250 ton per tahun. Sementara pada titik awal ini kebutuhan akan perak 10 ton per tahun," kata Sudarno.

Dia mengatakan, langkah ini sejalan dengan upaya pemerintah untuk mengurangi ketergantungan pada produk impor dan mendorong penggunaan produk dalam negeri. "Sinergi penyerapan perak dan timbal dari PTFI ini merupakan komitmen Stania dalam memperkuat bisnis. Selain itu, dengan penguatan pengadaan bahan baku domestik, perusahaan tidak bergantung terhadap impor," pungkasnya.

Editor: Estu Suryowati
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore