Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 18 Agustus 2024 | 21.47 WIB

Antisipasi Krisis Pangan dan Energi Dunia, Mentan Amran Uji Coba Pemanfaatan Biodiesel B-50

Mentan Andi Amran Sulaiman (depan, tiga dari kanan) memimpin uji coba dan soft launching pemanfaatan biodiesel B-50 di Kabupaten Tanah Bumbu, Kalsel, Minggu (18/8). (Muhamad Ridwan/JawaPos.com) - Image

Mentan Andi Amran Sulaiman (depan, tiga dari kanan) memimpin uji coba dan soft launching pemanfaatan biodiesel B-50 di Kabupaten Tanah Bumbu, Kalsel, Minggu (18/8). (Muhamad Ridwan/JawaPos.com)

JawaPos.com - Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman memimpin uji coba dan soft launching implementasi pemanfaatan biodiesel B-50. Uji cob aitu dilakukan untuk mengantisipasi terjadinya krisis pangan dan energi.

"Puluhan negara di dunia saat ini menghadapi krisis pangan dan energi. Solusi masalah pangan dan energi dunia ini adalah Indonesia," kata Andi Amran Sulaiman di Kabupaten Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan, Minggu (18/8).

Andi menjelaskan, jika Indonesia konsisten, maka dalam tiga tahun mendatang kembali akan mengalami swasembada pangan seperti era 2017-2020 dan dapat menjadi lumbung pangan dunia.

Demikian juga dengan implementasi B-50 ini. Indonesia diyakini akan mampu menjadi lumbung energi dunia khususnya biodiesel.

Menurut Amran, implementasi B-50 merupakan bagian dari upaya pemerintah mewujudkan kemandirian energi nasional dan energi hijau. Di mana Indonesia akan menguasai 58 persen produksi CPO dunia.

"Ini merupakan kekuatan, jika dimanfaatkan dengan baik akan berdampak secara ekonomi dan politik. Harga minyak dunia akan turun, sementara harga CPO akan naik. Ini sejarah baru bagi Indonesia," ucap Amran.

Amran menambahkan, penggunaan biodiesel dapat menghemat devisa negara untuk impor solar hingga Rp 300 triliun–Rp 400 triliun per tahun. Di sisi lain, pemanfaatan minyak sawit untuk B-50 menjadi upaya untuk mengurangi ketergantungan terhadap pasar ekspor sawit.

"Jadi sudah jelas target kita adalah bersiap untuk implementasi penggunaan biodiesel B-50. Melalui kegiatan soft launching ini akan menjadi catatan sejarah tersendiri sebagai pelopor implementasi B-50 di tanah air," ujar Amran.

Dalam kesempatan yang sama, Direktur Utama Eshan Agro Sentosa (EAS) Group Bambang A Wisena mengatakan, pihaknya optimistis dengan kebijakan biodiesel pemerintah ke depan.

Berdasarkan data Statistik DItjen Perkebunan, Angka Sementara Tahun 2023 Kelapa Sawit memiliki lahan seluas 16,8 Juta hektare dengan produksi sebesar 46,9 juta ton. 

"Ke depan diyakini kebutuhan biodiesel berbasis kelapa sawit sangat besar, khususnya untuk konsumsi dalam negeri dalam mewujudkan ketahanan energi nasional," ujar Bambang.

Editor: Bayu Putra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore