
Sumber foto: Nurul Fitriana/JawaPos.com
JawaPos.com - Pemerintah dan Badan Anggaran (Banggar) DPR RI sepakat untuk menaikkan anggaran subsidi energi tahun depan sebesar Rp 1,3 triliun dari usulan awal Rp 210,7 triliun menjadi Rp 212 triliun. Menurut Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati kenaikan ini disebabkan karena proyeksi kurs yang meningkat dari 14.750 menjadi Rp 14.800 per dollar AS.
Sementara nilai hitung harga minyak mentah masih sama yakni US 105 per barel. Volume energi juga tidak berubah, yaitu untuk minyak tanah 0,5 juta kiloliter (KL), solar 17 juta KL, dan LPG 3kg 8 juta MT dengan subsidi minyak solar 1.000 per liter.
"Ini murni karena perubahan asumsi makro yang menyangkut kurs dan menyebabkan adanya kenaikan alokasi subsidi untuk BBM dan LPG 3 kg, serta subsidi listrik. Sehingga total subsidi energi Rp 212 triliun naik dari Rp 210,7 triliun atau naik 1,3 triliun," kata Ani, sapaan Sri Mulyani, dalam rapat kerja dengan Badan Anggaran (Banggar) DPR RI, Rabu (14/9).
Lebih lanjut, bendahara negara ini juga merinci total subsidi energi sebesar Rp 212 triliun tersebut. Terdiri dari subsidi jenis Bahan Bakar Minyak Tertentu (JBT) sebesar Rp 21,5 triliun, subsidi LPG tabung 3 Kg senilai Rp 117,8 triliun, dan subsidi listrik Rp 72,6 triliun.
Postur anggaran tersebut masing-masing memiliki selisih yang berbeda dari pagu yang diajukan dalam RAPBN pertama. Dalam alokasi tersebut, pemerintah juga telah memasukkan cadangan solar sebesar 1 juta KL dan LPG diberikan cadangan sebesar 0,5 juta MT.
Selain itu, pemerintah juga memastikan akan mempercepat pembayaran kompensasi atas subsidi energi kepada PT Pertamina (Persero) dan PT PLN (Persero) tiga bulan sekali atau per kuartal.
Itu dilakukan, kata dia, agar arus kas atau cash flow Pertamina dan PLN menjadi lebih sehat serta Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Indonesia (APBN) yang lebih akurat. Sebab selama ini, pihaknya selalu harus menunggu akhir tahun untuk pembayaran sebagaimana tertuang dalam aturan perundang-undangan.
"Ini agar cash flow yang ada di Pertamina dan PLN dan juga dari sisi akurasi refleksi dari APBN kita menjadi jauh kredibel. Karena selama ini, kita memang dalam melakukan pembayaran subsidi mengikuti mekanisme. Dalam hal ini diatur dalam peraturan perundang-undangan, yaitu biasanya menunggu sampai akhir tahun," ujarnya.

Sah! Nathalie Holscher Resmi Dinikahi Aripat, Maskawinnya Berupa Uang Rp 2.272.026
Mentan Amran Terbang ke Jatim Pukul 06.00 WIB, Borong Inovasi ITS: Benih Jagung, Traktor Amfibi, hingga Alat Panjat Kelapa
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Roberto Carlos Ungkap Tiga Pemain Terbaik Sepanjang Masa, Lionel Messi dan Pele Tak Masuk!
Menurut Psikologi, Orang yang Tidak Pernah Mengunggah Foto Dirinya di Media Sosial Kerap Kali Memiliki 8 Sifat Mengejutkan Ini
Prediksi Skor Persib Bandung vs Arema FC di Piala Presiden 2026: Maung Bandung Masih Terlalu Perkasa?
Eks Bek Persib dan Persija Erik Setiawan Jadi Perbincangan Setelah Tuduhan Mantan Istrinya Viral
Nathalie Holscher-Aripat Menikah, Sule Titip Pesan untuk Adzam, Balasan Nathalie Jadi Sorotan
Mengulas Dugaan Kejanggalan Argentina di Final Piala Dunia 2026, Apa yang Sebenarnya Terjadi?
Analis Ungkap Strategi Iran Pilih Sasar Negara Teluk Tanpa Serang Kapal Induk AS
