Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 2 Agustus 2019 | 03.10 WIB

Pertamina Sebut Volume Tumpahan Minyak Tinggal 10 Persen

Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti (baju hitam) bersama Direktur Utama PT Pertamina (Persero), Nicke Widyawati (baju putih), dan sejumlah pejabat terkait, saat konferensi pers soal tumpahan minyak dari sumur PHE ONWJ yang mencemari wilayah K - Image

Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti (baju hitam) bersama Direktur Utama PT Pertamina (Persero), Nicke Widyawati (baju putih), dan sejumlah pejabat terkait, saat konferensi pers soal tumpahan minyak dari sumur PHE ONWJ yang mencemari wilayah K

JawaPos.com - PT Pertamina (Persero) melakukan berbagai upaya untuk mengatasi tumpahan minyak (oil spill) dari sumur Pertamina Hulu Energi Offshore North West Java (PHE ONWJ) di wilayah Karawang, Jawa Barat, yang terjadi sejak Jumat (12/7) lalu. Pertamina mengklaim usahanya telah membuahkan hasil. Volume tumpahan minyak disebut tinggal 10 persen.

Demikian disampaikan oleh Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawanti saat menggelar konferensi pers bersama Menteri Keluatan dan Perikanan (MKP) Susi Pudjiastuti yang didampingi oleh seluruh pejabat eselon satu. Menurut Nicke, keberhasilan tersebut berkat berbagai jurus perseroan untuk melokalisasi dan menghilangkan dampak penyebaran minyak.

"Tumpahan minyak per hari ini telah berkurang. Tinggal 10 persen dari tumpahan awal. Kami akan awasi terus agar semakin membaik," kata Nicke di Kantor KKP, Jakarta, Kamis (1/8).

Berdasarkan data Pertamina, kebocoran volume tumpahan minyak pada proyek PHE ONWJ pertama kali pecah berkisar 3.000 barel per hari (bph). Namun, kini tumpahan minyak tersebut diklaim hanya tinggal bersisa 10 persen atau 300 bph saja.

Nicke mengatkan, perseroan telah memasang movable oil boom dan static oil boom untuk mengadang oil spill yang lepas dari sumber utama. Pertamina diketahui telah melepas ribuan meter oil boom yang tersebar di perairan Karawang.

"Dari foto pantauan udara itu telah berhasil menurun secara signifikan. Di situ terlihat oil boom cukup berhasil menahan (tumpahan minyak)," katanya.

Selain itu, Nicke mengatakan, perseroan juga telah menerjunkan sebanyak 39 kapal patroli yang dapat menampung sementara oil spill yang berada di permukaan laut. Sedangkan di pesisir pantai, Pertamina bekerja sama dengan sekitar 800 orang terdiri dari gabungan TNI/Polri dan relawan untuk membersihkan tumpahan minyak yang sampai ke darat.

"Kami berkomitmen bertanggung jawab untuk recovery semua ini dan kami prihatin," tukasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, tumpahan minyak yang disebabkan kebocoran di sumur gas YYA-1 ONWJ telah mencapai Pantai Pulau Untung Jawa di Kabupaten Kepulauan Seribu. Itu berdasarkan laporan masyarakat yang diterima Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) eksekutif Daerah Jakarta.

Namun berdasarkan catatan Pertamina, ada beberapa daerah yang telah diketahui terdampak tumpahan minyak tersebut. Di antaranya, Tanjung Pakis, Segar Jaya, Tambak Sari, Tambak Sumur, Sedari, Cemar Jaya, Sungai Buntu, Pusaka Jaya Utara, Mekar Pohaci untuk wilayah Karawang. Sedangkan untuk wilayah Bekasi, pantai Bahagia dan Pantai Bakti.

Pertamina juga telah melepas sebanyak 2.450 meter static oil boom untuk menghadang oil spill dari sumber utama. Selain itu, mereka menggunakan 2 x 200 meter movable oil boom untuk menghadang oil spill yang lepas dari sumber utama.

Tak hanya itu, Pertamina juga telah menerjunkan 39 kapal untuk menampung sementara oil spill, patrol, dan standby firefighting. Mereka juga menggunakan tiga oil skimmer untuk mengangkat dan menyedot oil spill.

Editor: Estu Suryowati
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore