Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 2 Oktober 2025 | 16.44 WIB

Manajemen Sebut Stok BBM di SPBU Shell Habis Malam Hari Ini

PT Shell Indonesia selaku pengelola SPBU Shell menyampaikan bahwa stok seluruh jenis gasoline atau bensin akan habis pada malam hari ini, Kamis (2/10). (Istimewa) - Image

PT Shell Indonesia selaku pengelola SPBU Shell menyampaikan bahwa stok seluruh jenis gasoline atau bensin akan habis pada malam hari ini, Kamis (2/10). (Istimewa)

JawaPos.com - PT Shell Indonesia selaku pengelola SPBU Shell menyampaikan bahwa stok seluruh jenis gasoline atau bensin akan habis pada malam hari ini, Kamis (2/10). Adapun hingga saat ini tersisa sebanyak 5 SPBU Shell yang masih beroperasi dari total 200 SPBU. 

President Director & Managing Director Mobility Shell Indonesia Ingrid Siburian menyebut di 5 SPBU itu pihaknya hanya menjual BBM jenis Diesel. Sedangkan untuk jenis produk gasoline seperti RON 92 sudah mengalami kelangkaan sejak Agustus 2025. 

"Kalau dilihat sampai saat ini, kami hanya menjual diesel tetapi kalau untuk BBM jenis bensin bisa dikatakan hampir seluruh dari SPBU kami sudah mengalami situasi stock out," kata Inggrid dalam Rapat Dengar Pendapat dengan Komisi XII DPR RI di Kompleks Parlemen Senayan, Rabu (1/10). 

"Saat ini yang ada mungkin tidak ada sampai 10 bapak dan ibu, hanya sekitar 5 SPBU yang kalau kami melihat besok malam (malam hari ini) mungkin juga sudah habis. Jadi memang kami benar-benar mengalami stock out, kelangkaan untuk BBM jenis bensin," imbuhnya. 

Lebih lanjut, Inggrid membeberkan bahwa Shell sebetulnya sangat menghindari kelangkaan. Itu sebabnya manajemen telah mengajukan permohonan impor tambahan sejak Juni 2025 seiring dengan kenaikan permintaan dari konsumen. 

Namun, pihaknya baru menerima tanggapan resmi melalui surat dari Wakil Menteri ESDM itu tertanggal 17 Juli 2025, yang menyampaikan adanya pembatasan terhadap kegiatan impor. 

"Jadi terkait adanya pembatasan importasi. Mungkin seperti Bapak Ibu ketahui, surat tersebut mengatakan bahwa import saat ini dibatasi hanya 10% di atas penjualan dari tahun 2024," bebernya. 

Sementara itu, stok BBM di SPBU BP-AKR di seluruh Indonesia bakal habis di akhir Oktober 2025. Hingga saat ini, hanya ada 1-2 SPBU saja yang masih menjual BBM. Imbasnya, sebanyak 700 karyawan akan terancam dirumahkan seiring dengan menipisnya produk BBM yang dijual di SPBU.

"Saat ini mungkin tinggal hanya 1-2 SPBU kami saja pak, yang menjual BBM gasoline atau bensin. Mungkin (stok BBM hanya) sampai akhir bulan ini," ujar Vanda Laura dalam acara yang sama.

Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa hingga saat ini SPBU BP masih terus berupaya bertahan. Mulai dari menyesuaikan jam operasional hingga menekan biaya-biaya operasional lainnya.

Dengan kondisi stok BBM yang belum normal, Vanda Laura mengatakan bahwa para karyawan di seluruh lokasi SPBU hingga manajemen terancam untuk dirumahkan. Terlebih jika hingga akhir bulan belum ada solusi terbaik dari proses pengadaan BBM di SPBU swasta.

"Kami sudah menyesuaikan operasional. Bukan hanya jam operasional, namun juga biaya-biaya lainnya yang coba kami tekan, sebelum kami terpaksa merumahkan karyawan-karyawan kami," tutur Vanda Laura. 

"Dan ini memang tidak lama lagi, kalau ini tidak ada solusinya dalam waktu dekat. Tapi kami mohon hari ini kami bisa melihat titik cerah. Saat ini kami belum merumahkan karyawan kami, tapi itu dapat menjadi satu risiko," imbuhnya.

Editor: Bintang Pradewo
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore