Suasana di SPBU Shell Cikini yang kosong pasokan di Jakarta, Rabu (17/9/2025). (Salman Toyibi/ Jawa Pos)
JawaPos.com-Pertamina dan penyedia BBM swasta seperti Vivo, AKR, Exxon, BP, dan Shell telah melakukan pertemuan kedua pada Selasa (24/9). Pertemuan tersebut dilakukan sebagai tindak lanjut impor BBM base fuel atau murni setelah kelangkaan yang dialami penyedia BBM swasta.
Meski begitu, perusahaan-perusahaan swasta tersebut ternyata masih memerlukan waktu untuk melakukan koordinasi dengan kantor pusat global masing-masing. Namun, semua perusahaan memiliki komitmen yang sama untuk segera menyampaikan kebutuhan kuota tambahan.
Pj. Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Roberth MV Dumatubu, menegaskan, pertemuan ini dilaksanakan dengan dasar niat baik dan semangat kolaborasi pelayanan kepada masyarakat.
“Harapan kami adalah segera mendapatkan informasi kebutuhan pasokan dari BU swasta, sehingga penyaluran ke masyarakat bisa berjalan lancar. Langkah ini sejalan dengan arahan Menteri ESDM agar stok BBM, baik subsidi maupun nonsubsidi, dapat segera tersedia sesuai kebutuhan masyarakat,” kata Roberth dalam keterangannya, Rabu (24/9).
Di sisi lain, Pertamina memastikan kargo BBM base fuel atau murni yang diimpor akan tiba pada Rabu (24/9) hari ini. Langkah ini dilakukan sebagai tindak lanjut dari arahan Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, untuk memenuhi kebutuhan penyedia BBM swasta seperti Shell hingga Vivo.
Adapun BBM yang tiba dipastikan sesuai spesifikasi Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Ditjen Migas). Selanjutnya, mekanisme kualitas pasokan akan dipastikan melalui join surveyor.
Sementara itu, pertemuan one-on-one dengan masing-masing penyedia BBM Swasta akan dilakukan demi membahas kebutuhan dan rencana distribusi kepada masyarakat.
Roberth sendiri menegaskan bahwa Pertamina membuka ruang kolaborasi disertai dengan rasa saling menghormati aturan dan tata kelola yang berlaku.
“Pertamina Patra Niaga menawarkan mekanisme penyediaan pasokan dengan menggunakan prosedur yang ada. Harapan kami, BU swasta dapat berkolaborasi dengan niat baik, sambil tetap menghormati aturan dan aspek kepatuhan yang berlaku di BUMN,” ungkapnya.
Adapun pertemuan pihak Pertamina dengan penyedia BBM swasta telah diadakan dua kali, yakni Jumat (19/9) dan Selasa (23/9). Dalam pertemuan pertama, Shell hingga Vivo mengungkapkan kesediaannya dalam membeli BBM berbasis base fuel yang artinya belum dicampur zat aditif dan pewarna sama sekali.
Bahkan, Pertamina dan Shell hingga Vivo juga bersepakat untuk melakukan mekanisme harga secara open book dan melibatkan pihak independen (join surveyor) demi memastikan kualitas produk yang disalurkan.
Seluruh aspek komersial juga akan dibahas nantinya, dengan menekankan bahwa mekanisme tetap berada pada koridor hukum, aturan pemerintah, serta prinsip good corporate governance. (*)

Kapolri Kenang Warisan Bung Karno, Tegaskan Semangat Pemimpin Bangsa Harus Terus Dijaga
Prediksi Skor Ekuador vs Curacao di Piala Dunia 2026: La Tri Wajib Menang demi Lolos ke Babak 32 Besar
Prediksi Skor Jerman vs Pantai Gading di Piala Dunia 2026: Ujian Sesungguhnya Die Mannschaft di Grup E
BGN Terbitkan SE Nomor 12 Tahun 2026, Layanan MBG Dihentikan Sementara saat Hari Libur
Gabriel Budi Blak-blakan, Agen Pemain Persebaya Surabaya Ungkap Sosok Paling Berkesan
Prediksi Susunan Pemain Timnas Brasil vs Haiti: Danilo Ingin Selecao Kuasai Permainan
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
TVRI Hilang? Begini Cara Memunculkan Sinyal TVRI untuk Nonton Piala Dunia 2026 Gratis
Jadwal Moto3 Ceko 2026! Veda Ega Pratama P14 dan Langsung Lolos Q2
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
