Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 20 September 2025 | 00.32 WIB

BBM di SPBU Swasta Menipis, Bahlil Ungkap Impor akan Tiba di Indonesia Paling Lambat 7 Hari

Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia. (Nanda Prayoga/JawaPos.com) - Image

Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia. (Nanda Prayoga/JawaPos.com)

JawaPos.com - Fenomena kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) di SPBU swasta masih menjadi perbincangan hangat. Akhirnya, Kementerian Energi & Sumber Daya Mineral (ESDM), Pertamina, dan badan usaha penyedia BBM non-subsidi atau swasta seperti Shell Indonesia, BP, hingga Vivo menyepakati pembelian BBM dari Pertamina untuk kuota hingga akhir tahun.

Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia, mengatakan, pihaknya pun akan melakukan impor demi mengatasi keterbatasan stok SPBU swasta. Menurutnya, BBM tersebut akan sampai di Indonesia paling lambat 7 hari.

"Mulai hari ini sudah dibicarakan, nanti habis ini lanjutkan dengan rapat teknis, stoknya, dan kemudian Insya Allah paling lambat 7 hari barang sudah bisa masuk di Indonesia," kata Bahlil dalam konferensi pers di Kementerian ESDM, Jakarta Pusat, Jumat (19/9).

Di sisi lain, dia menjelaskan stok BBM nasional masih cukup untuk 18-21 hari ke depan. Hanya saja permintaan yang naik membuat cadangan BBM pada SPBU swasta menipis.

"18-21 hari itu cadangan nggak ada masalah, jadi gak perlu ada rasa keraguan apa-apa, cuman memang ada di teman-teman kita punya SPBU swasta yang cadangannya menipis," tukas Bahlil.

Demi menjamin kualitas BBM yang diimpor, pemerintah bersama dengan Shell hingga Vivo pun juga menyepakati akan dilakukan joint surveyor. Jadi, akan ada pemeriksaan yang dilakukan sebelum BBM diberangkatkan. 

Selain itu, disepakati pula adanya keterbukaan menyangkut soal harga. "Sudah setuju juga terjadi open book dan ini teman-teman dari swasta juga sudah setuju," tukas Bahlil.

Sebagai informasi, selama beberapa pekan terakhir SPBU swasta mengalami keterbatasan pasokan BBM lantaran habisnya kuota impor dari yang ditetapkan pemerintah. Alhasil, SPBU swasta meminta tambahan kuota impor hingga akhir tahun.

Sayangnya, permintaan tersebut tak bisa diizinkan lantaran SPBU swasta telah mendapatkan kenaikan impor 10 persen dibandingkan kesepakatan impor pada tahun lalu.

Editor: Estu Suryowati
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore