Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 15 Mei 2025 | 04.22 WIB

Industri Migas Butuh Eksplorasi Lebih Banyak untuk Pertumbuhan Ekonomi Nasional

Proyek eksplorasi di perairan Laut Natuna Utara tengah digarap oleh Pertamina East Natuna, anak perusahaan hulu migas Pertamina. (dok. SHU) - Image

Proyek eksplorasi di perairan Laut Natuna Utara tengah digarap oleh Pertamina East Natuna, anak perusahaan hulu migas Pertamina. (dok. SHU)

JawaPos.com - Industri hulu migas memiliki peran besar dalam menyediakan energi yang terjangkau dan mendukung pertumbuhan ekonomi nasional. Harapan di tengah kondisi produksi migas yang terus mengalami penurunan akibat kondisi lapangan migas yang sudah memasuki tahap matang.

Menurut Presiden Indonesian Petroleum Association (IPA) Carole J. Gall mengatakan, industri hulu migas merupakan pilar utama dalam menjaga ketahanan energi nasional. Selain itu, sektor itu juga menjadi motor penggerak penting dalam pembangunan ekonomi. Industri hulu migas berperan aktif dalam mendukung transisi energi yang tengah berlangsung di seluruh dunia, termasuk Indonesia.

Carole J. Gall mengakui, secara alami produksi migas terus mengalami penurunan akibat kondisi lapangan migas yang sudah memasuki tahap matang. Saat ini, produksi minyak bumi Indonesia stabil di kisaran 550.000–600.000 barel per hari.

Untuk membalikkan tren ini, para pelaku industri didorong untuk meningkatkan eksplorasi melalui survei seismik, pengeboran sumur baru, serta pemanfaatan teknologi dan inovasi terkini.

Apalagi potensi migas Indonesia masih sangat besar. Dengan hanya sekitar 16 persen dari total cekungan yang telah berproduksi. Sebagian besar wilayah masih tergolong belum dieksplorasi. Oleh karena itu, eksplorasi harus menjadi prioritas utama seluruh pemangku kepentingan di sektor hulu migas.

"Kolaborasi erat antara industri dan pemerintah menjadi kunci untuk menciptakan iklim investasi yang sehat, melalui kepastian regulasi, kepastian fiskal, serta penyederhanaan birokrasi dan percepatan perizinan," ujar Gall dalam konferensi pers menuju penyelenggaraan IPA Convention and Exhibition (“IPA Convex 2025”) di Jakarta pada Rabu (14/5). Adapun IPA Convex 2025 dijadwalkan berlangsung di ICE BSD City, Tangerang, pekan depan. Tepatnya pada Selasa-Kamis 20–22 Mei 2025.

Sebagai wadah para pelaku industri migas, IPA akan membahas inisiatif dan isu-isu strategis di IPA Convex 2025. Ketua Panitia IPA Convex 2025 Hariadi Budiman menuturkan, konvensi dan pameran itu
merupakan salah satu yang terbesar di Asia Tenggara. IPA Convex 2025 menjadi forum diskusi utama antara pemerintah, pelaku industri, akademisi, dan generasi muda.

Menurut Hariadi, kegiatan tahunan yang mengusung tema "Delivering Growth with Energy Resilience in Lower Carbon Environment" tahun ini memiliki tiga fokus utama yaitu, pertumbuhan ekonomi, ketahanan energi, dan lingkungan rendah karbon.

Dari tiga fokus tersebut, IPA Convex akan menyelenggarakan berbagai panel diskusi yang dibagi dalam 4 topik utama yaitu percepatan produksi migas untuk ketahanan energi, potensi Carbon Capture Utilization and Storage (CCUS) sebagai pendorong investasi energi bersih, optimalisasi rantai nilai energi Indonesia dan peningkatan kemudahan berbisnis dan efisiensi proses perizinan.

Editor: Ilham Safutra
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore