
Senior Manager Corporate Sustainability & Risk Management MedcoEnergi Firman Dharmawan menjelaskan strategi mendorong keberlanjutan dalam bisnis hulu migas di Surabaya, Kamis (7/11). (Billy/Jawa Pos)
JawaPos.com – Pelaku industri hulu minyak dan gas bumi (migas) di Indonesia terus berupaya mengikuti tren global yang semakin menekankan aspek keberlanjutan. Salah satu langkah yang dilakukan adalah mengeksplorasi potensi carbon capture and storage (CCS) dalam wilayah kerja mereka.
Senior Manager Corporate Sustainability & Risk Management MedcoEnergi, Firman Dharmawan, mengatakan bahwa keseimbangan trilema energi—keterjangkauan, ketahanan, dan keberlanjutan energi—terus ditekankan oleh pemangku kepentingan, termasuk SKK Migas. Keberlanjutan semakin diperhatikan seiring meningkatnya kesadaran investor.
“Terutama investor global. Mereka melihat dulu bagaimana skor ESG (Environment, Social, Governance) sebelum menanamkan modal mereka,” ungkapnya saat Temu Media di Surabaya kemarin (7/11).
Oleh karena itu, MedcoEnergi melakukan berbagai upaya untuk mendorong operasional yang lebih netral emisi karbon di Indonesia. Misalnya, meningkatkan produksi gas yang emisinya lebih rendah dibandingkan energi fosil lainnya, dan mengubah infrastruktur menjadi lebih ramah lingkungan seperti pemasangan panel surya.
Dalam langkah terbaru, perusahaan sedang melakukan uji coba CCS di tiga lokasi mereka: Blok Natuna, Corridor, dan Sumatra Selatan. “Potensinya besar. Di Natuna saja, bisa sampai 1 gigaton CO₂,” jelas Firman.
Teknologi CCS adalah sistem yang menangkap dan menyerap CO₂ di atmosfer, kemudian menyuntikkannya kembali ke reservoir kosong yang sebelumnya telah dieksploitasi oleh perusahaan hulu migas.
Saat ini, ketiga uji coba tersebut mendapat respons positif. Firman yakin bahwa tahun depan akan ada satu lokasi yang dipilih menjadi program CCS pertama di Medco. “Harapannya, ini bisa menjadi salah satu faktor terbesar dalam mencapai net zero sesuai target kami,” ujarnya.
Di tempat yang sama, Analis Formalitas dan Komunikasi SKK Migas Jabanusa, Yustian Hakiki, mengatakan bahwa kolaborasi antara SKK Migas, Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS), dan media sangat diperlukan.
Hal ini agar industri hulu migas dapat beroperasi secara adaptif dalam menghadapi tantangan perubahan iklim. Dia menegaskan bahwa seluruh wilayah kerja hulu migas adalah aset negara yang harus dirawat dan memberikan manfaat bagi bangsa.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Tanpa Eliano Reijnders dan Luciano Guaycochea! Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Persib Bandung
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
12 Tempat Makan Legend di Bandung yang Wajib Dicoba, Ada yang Sudah Berdiri Sejak Zaman Belanda!
Awas Macet! Besok Ribuan Buruh Demo May Day di Surabaya, Ini Jalan yang Perlu Dihindari
