Photo
JawaPos.com - Pertamina menjamin hingga saat ini belum ada pembatasan pembelian BBM subsidi. Hal itu ditekankan Dirut Pertamina Nicke Widyawati pada rapat dengar pendapat (RDP) dengan Komisi VI DPR RI Rabu (6/7).
Nicke menjelaskan, Pertamina berupaya menjaga agar subsidi energi tidak membengkak. Hal itu tecermin dari implementasi MyPertamina yang kini tengah berjalan.
Dia menyebut ada misinformasi yang terjadi di masyarakat terkait pembatasan BBM. Penyebabnya, kurang edukasi di lapangan. Nicke menegaskan, yang terjadi saat ini baru memasuki masa pendaftaran.
"Kami belum melakukan pembatasan apapun. Saat ini adalah masa pendaftaran kendaraan-kendaraan untuk mendapatkan QR code," tuturnya.
Publik bisa mendaftarkan kendaraannya melalui tiga cara. Yakni, website subsiditepat.mypertamina.id, aplikasi MyPertamina, serta bisa datang langsung ke SPBU.
"Petugas SPBU akan membantu mendaftarkan dan kalau sudah dapat QR code, akan melekat di kendaraan itu," ucapnya.
Dengan catatan, kendaraan-kendaraan yang didaftarkan itu masuk kriteria Perpres 191 Tahun 2014. Namun, saat ini beleid tersebut masih difinalisasi dan direncanakan rampung bulan ini. Nanti tercantum siapa-siapa saja yang berhak mendapatkan subsidi BBM dan yang tidak.
"Ketika sudah mendapat kriterianya, kita akan masukkan ke sistem. Lalu, sistem secara otomatis akan mengatur. Misalnya, jika yang diperbolehkan kendaraan roda empat hanya sampai 1.500 cc, kendaraan di atasnya otomatis saat mengisi pertalite, nozzle-nya tidak akan keluar. Jadi, tidak ada judgement by person," urainya.
Lulusan Institut Teknologi Bandung (ITB) itu menjelaskan, kehadiran MyPertamina semata-mata bertujuan mewujudkan misi pemberian subsidi tepat sasaran. Hal itu merujuk pada data Kemenkeu yang mencatat bahwa 60 persen masyarakat yang menggunakan BBM subsidi adalah termasuk golongan kaya.
Sejalan dengan itu, Nicke menyebut upaya digitalisasi tersebut dapat membantu ketersediaan stok BBM di sisi hilir bisa terjaga. Data per 5 Juli 2022 mencatat, stok pertalite secara nasional berada di kisaran 81.738 kl per hari atau cukup untuk 18 hari. Sementara itu, stok solar berkisar 78.661 kl per hari atau cukup untuk 20 hari.
"Dengan digitalisasi SPBU itu sangat dimungkinkan jadi efektif. Daripada kita menimbun semua stok produk, akhirnya itu adalah idle money yang bisa membebani Pertamina secara korporasi," katanya.

Dana Desa Terpangkas untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Infrastruktur Sebagian Desa di Tulungagung Tak Sesuai Rencana
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
12 Spot Kuliner Bakso di Bandung yang Terkenal karena Tekstur Dagingnya yang Juara
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
10 Spot Mie Kocok di Bandung Terenak, Kuliner Khas dengan Kuah Kental dan Bumbu Tradisional
12 Restoran Seafood Terenak di Bandung, Surganya Kuliner Laut yang Tak Pernah Sepi Pengunjung
15 Kuliner Bakso di Solo yang Selalu Jadi Incaran, dari yang Paling Legend hingga yang Kekinian
Jadwal Thomas Cup 2026 Indonesia vs Aljazair, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Laga Perdana Wajib Menang!
