
Syah Reza, Presiden Direktur PT ExxonMobil Lubricants Indonesia (EMLI)
JawaPos.com - Komitmen pemerintah mewujudkan net zero emission (NZE) atau nol emisi karbon pada 2060 didukung banyak pihak. Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) telah berkoordinasi dengan jajaran pemerintah, pihak swasta maupun masyarakat untuk memenuhi target itu.
Mengurangi jejak karbon menerapkan lima prinsip utama, yaitu: Peningkatan energi terbaru dan terbarukan (EBT); pengurangan energi fosil; penggunaan tenaga listrik pada sektor transportasi; penggunaan tenaga listrik pada rumah tangga dan industri, terakhir pemanfaatan Carbon Capture and Storage (CCS).
ExxonMobil sebagai salah satu perusahaan minyak dan gas terbesar yang diperdagangkan secara publik. Produknya menggunakan teknologi dan inovasi untuk memenuhi berbagai kebutuhan energi dunia yang terus berkembang.
Syah Reza, Presiden Direktur PT ExxonMobil Lubricants Indonesia (EMLI) menjelaskan tantangan, inisiatif, dan solusi industri kelistrikan di Indonesia. Menurut Reza, listrik di Indonesia konsisten berekspansi dengan kemajuan yang signifikan.
“Seiring pertumbuhan dan perkembangan di sektor kelistrikan, tantangan yang dihadapi Perusahaan industri energi terutama di sektor kelistrikan juga ikut bertambah,” ujarnya.
Sebab itu diperlukan kesiapan untuk mengatasi dampak pada kinerja peralatan dan efisiensi operasional. Dukungan PT EMLI sebagai penyedia solusi pelumasan turut meningkatkan pertumbuhan sektor kelistrikan di Indonesia. Termasuk dengan menghadirkan berbagai solusi dan teknologi pelumas unggulan untuk efektivitas dan efisiensi operasional.
Pelumas ExxonMobil ada yang dirancang untuk melindungi gearbox turbin angin. Sehingga mampu beroperasi dalam kondisi ekstrim, termasuk suhu yang sangat rendah atau tinggi di lingkungan yang korosif. “Turbin angin atau biasa dikenal dengan kincir angin yang digunakan untuk membangkitkan tenaga listrik,” papar Reza.
ExxonMobil dan INNIO Jenbacher juga sedang berkolaborasi dalam pengembangan pelumas untuk pembangkit listrik tenaga hydrogen. Pembangkit listrik ini sebagai salah satu solusi mencapai NZE bagi masyarakat dan industri. Dengan masa pakai pelumas yang lebih panjang hingga dua kali lipat diharapkan dapat mengurangi biaya siklus hidup (LCC) hingga 30% dibandingkan dengan pelumas pada umumnya.
Ada pula pelumas sebagai solusi untuk turbin gas dan uap, kompresor, dan sistem hidrolik. Reza mengungkap, pelumas khusus ini dan memiliki fitur cepat melarutkan varnish, menghilangkan proses flushing serta memberikan solusi penghilang varnish yang efektif.
Efektivias ini tak hanya bermanfaat untuk industri besar saja. ExxonMobil juga menyasar rumah tangga, industri kecil dan menengah. Dia menjelaskan, efektivitas tak hanya pengaruh pada waktu namun juga peningkatan penghasilan ekonomi.

Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
12 Spot Kuliner Bakso di Bandung yang Terkenal karena Tekstur Dagingnya yang Juara
10 Spot Mie Kocok di Bandung Terenak, Kuliner Khas dengan Kuah Kental dan Bumbu Tradisional
12 Restoran Seafood Terenak di Bandung, Surganya Kuliner Laut yang Tak Pernah Sepi Pengunjung
Dana Desa Terpangkas untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Infrastruktur Sebagian Desa di Tulungagung Tak Sesuai Rencana
21 Rekomendasi Tempat Makan Dekat Stasiun Bandung, Kuliner Terbaik yang Cocok Saat Lagi Transit
15 Kuliner Bakso di Solo yang Selalu Jadi Incaran, dari yang Paling Legend hingga yang Kekinian
Pemkot Surabaya Buka Suara Terkait Rencana Penertiban Pasar Koblen
20 Tempat Makan Paling Recommended di Semarang, Banyak Pilihan Menu Kuliner yang Memanjakan Lidah
Lawan Arema FC Laga Terakhir Bruno Moreira? Intip Akhir Kontrak Kapten Persebaya Surabaya
