Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 8 Mei 2020 | 20.45 WIB

Jika Vale Shutdown, Maka Penerimaan Luwu Timur Berkurang Signifikan

Photo - Image

Photo

JawaPos.com - PT Vale Indonesia Tbk (INCO) menyiapkan dua skenario jika pandemi Covid-19 berkepanjangan dan membahayakan kesehatan serta keselamatan pekerja. Deputy CEO Vale Febriany Eddy mengatakan, mereka menyiapkan skenario pengurangan produksi bahkan penghentian operasi (shutdown).

Jika shutdown yang dilakukan, maka ada potensi penurunan perekonomian di wilayah sekitar tambang, khususnya di Sulawesi Selatan. Sebagaimana diketahui, saat ini Vale S.A. telah memutuskan untuk menghentikan produksi dan menerapkan mode perawatan dan pemeliharaan selama empat minggu pada bagian operasi lain di Voisey's Bay, Kanada.

Keputusan ini diambil sebagai bentuk antisipasi mewabahnya penyakit Covid-19 di wilayah tersebut. Namun keputusan serupa belum diambil oleh Vale Indonesia.

Jika Vale Indonesia mengambil opsi sama dengan Vale S.A, maka ada hilangnya potensi APBD Kabupaten Luwu Timur, Sulawesi Selatan, sekitar 15 persen. Berdasarkan data yang dihimpun Antara, angkanya hampir Rp 200 miliar.

Ini belum termasuk konversi pajak terhadap provinsi Sulawesi Selatan. Selain itu, sekitar 3.000 karyawan, 7.000 kontraktor dan sebanyak 138 supplier lokal memiliki potensi terdampak dengan keputusan tersebut.

Vale Indonesia menyadari, pengurangan produksi atau shutdown bukanlah suatu keputusan yang mudah. Pasalnya, operasi Vale Indonesia di Sorowako masih sangat berpengaruh terhadap aspek sosial ekonomi setempat.

Sehingga Vale Indonesia mempunyai tanggung jawab sosial untuk terus beroperasi dengan aman. Hingga akhir kuartal I-2020, kinerja operasional Vale Indonesia masih baik.

Hal tersebut tecermin pada pencapaian target produksi kuartal I-2020 sebanyak 17.614 ton nikel dalam matte. Kabupaten Luwu Timur juga mendapatkan pasokan listrik sebesar 10,7 MW dari PLTA milik Vale Indonesia.

"Sampai saat ini, faktor yang mempengaruhi kinerja perusahaan lebih pada harga nikel yang terkoreksi yang mempengaruhi pendapatan. Namun di lain sisi, biaya produksi membaik karena harga minyak yang lebih rendah," tambah Febriany Eddy, dilansir dari Antara, Jumat (8/5).

Sampai saat ini, Vale Indonesia juga masih menjalankan operasionalnya sesuai target dalam Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) 2020 dengan mempertahankan angka produksi seperti tahun 2019 yakni 71.000 ton. Meski demikian, mereka tetap memperhatikan kondisi aktual di tengah pandemi Covid-19.

Salah satunya adalah dengan menyiapkan perencanaan keberlangsungan bisnis untuk mengantisipasi dampak yang lebih serius terhadap operasional bila pandemi terjadi berkepanjangan.

Editor: Estu Suryowati
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore