
Photo
JawaPos.com - PT Vale Indonesia Tbk (INCO) menyiapkan dua skenario jika pandemi Covid-19 berkepanjangan dan membahayakan kesehatan serta keselamatan pekerja. Deputy CEO Vale Febriany Eddy mengatakan, mereka menyiapkan skenario pengurangan produksi bahkan penghentian operasi (shutdown).
Jika shutdown yang dilakukan, maka ada potensi penurunan perekonomian di wilayah sekitar tambang, khususnya di Sulawesi Selatan. Sebagaimana diketahui, saat ini Vale S.A. telah memutuskan untuk menghentikan produksi dan menerapkan mode perawatan dan pemeliharaan selama empat minggu pada bagian operasi lain di Voisey's Bay, Kanada.
Keputusan ini diambil sebagai bentuk antisipasi mewabahnya penyakit Covid-19 di wilayah tersebut. Namun keputusan serupa belum diambil oleh Vale Indonesia.
Jika Vale Indonesia mengambil opsi sama dengan Vale S.A, maka ada hilangnya potensi APBD Kabupaten Luwu Timur, Sulawesi Selatan, sekitar 15 persen. Berdasarkan data yang dihimpun Antara, angkanya hampir Rp 200 miliar.
Ini belum termasuk konversi pajak terhadap provinsi Sulawesi Selatan. Selain itu, sekitar 3.000 karyawan, 7.000 kontraktor dan sebanyak 138 supplier lokal memiliki potensi terdampak dengan keputusan tersebut.
Vale Indonesia menyadari, pengurangan produksi atau shutdown bukanlah suatu keputusan yang mudah. Pasalnya, operasi Vale Indonesia di Sorowako masih sangat berpengaruh terhadap aspek sosial ekonomi setempat.
Sehingga Vale Indonesia mempunyai tanggung jawab sosial untuk terus beroperasi dengan aman. Hingga akhir kuartal I-2020, kinerja operasional Vale Indonesia masih baik.
Hal tersebut tecermin pada pencapaian target produksi kuartal I-2020 sebanyak 17.614 ton nikel dalam matte. Kabupaten Luwu Timur juga mendapatkan pasokan listrik sebesar 10,7 MW dari PLTA milik Vale Indonesia.
"Sampai saat ini, faktor yang mempengaruhi kinerja perusahaan lebih pada harga nikel yang terkoreksi yang mempengaruhi pendapatan. Namun di lain sisi, biaya produksi membaik karena harga minyak yang lebih rendah," tambah Febriany Eddy, dilansir dari Antara, Jumat (8/5).
Sampai saat ini, Vale Indonesia juga masih menjalankan operasionalnya sesuai target dalam Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) 2020 dengan mempertahankan angka produksi seperti tahun 2019 yakni 71.000 ton. Meski demikian, mereka tetap memperhatikan kondisi aktual di tengah pandemi Covid-19.
Salah satunya adalah dengan menyiapkan perencanaan keberlangsungan bisnis untuk mengantisipasi dampak yang lebih serius terhadap operasional bila pandemi terjadi berkepanjangan.

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
Terdepak dari Puncak Klasemen Liga Inggris, Bayang-bayang Kegagalan Juara di Akhir Musim kembali Menghantui Arsenal
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Profil Agnes Aditya Rahajeng, Pemenang Puteri Indonesia 2026
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
