Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 5 November 2019 | 01.30 WIB

Tahun Depan, Batan Mulai Studi Kelayakan PLTN di Kalimantan Barat

Ilustrasi nuklir - Image

Ilustrasi nuklir

JawaPos.com – Pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN) komersial bakal segera terwujud. Kepala Badan Tenaga Nuklir Nasional (Batan) Anhar Riza Antariksawan menuturkan, tahun depan pihaknya akan mulai melakukan studi kelayakan di Kalimantan Barat (Kalbar).

Perkembangan rencana pembangunan PLTN itu disampaikan Anhar di kantor Batan, Lebak Bulus Senin (4/11). Pada kesempatan itu Anhar sekaligus memaparkan program dan capaian Batan kepada Menteri Riset dan Teknologi (Menristek) Bambang Brodjonegoro.

"Tahun depan ada tiga tugas yang diberikan ke Batan," katanya.

Ketiga tugas itu adalah kajian pembangunan PLTN, sistem pemantauan radiasi lingkungan (SPRL), serta program radioisotope dan radiofarmaka (RIRF). Terkait studi kelayakan, rencananya dilakukan di Kalbar. Sebab, pemerintah provinsi setempat sudah menyediakan lahan yang menjadi lokasi pembangunan PLTN.

Anhar lantas menyampaikan sejumlah alasan pentingnya PLTN bagi bangsa Indonesia. Di antaranya, satu unit PLTN dapat menyinari 1,6 juta unit rumah. Kemudian waktu operasionalnya 24 jam selama tujuh hari. Lalu dengan pembangunan dua unit PLTN, bisa membuka lapangan pekerjaan untuk 25 ribu orang.

Menristek Bambang Brodjonegoro menanggapi rencana Batan soal pembangunan PLTN itu. Dia mengatakan, Batan perlu menggencarkan kampanye bahwa nuklir itu aman. Sebab, baginya banyaknya jejak digital kasus kecelakaan pusat pembangkit berbasis nuklir, membuat ada masyarakat takut terhadap nuklir.

"Seperti kasus Chernobyl, Fukushima, dan lainnya," katanya. Mantan Kepala Bappenas itu mengatakan masyarakat perlu mendapatkan penjelasan bahwa nuklir itu dibutuhkan. Selain itu juga perlu dikomunikasikan bahwa SDM Indonesia mampu mengelola nukir dengan aman.

Menurut Bambang, kampanye ini perlu dilakukan secara agresif. Sehingga ketika nanti PLTN benar-benar mulai dibangun, masyarakat serta pemerintahnya yakin bahwa nuklir itu aman.

Bambang menyampaikan memang perlu ada sumber energi alternatif. Tujuannya supaya Indonesia menjadi negara yang berdaulat energinya.

"Ketahanan energi itu mutlak," tegasnya. Bambang juga mengatakan nantinya listrik dari PLTN harus bernilai ekonomis.

Editor: Estu Suryowati
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore