Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 1 April 2019 | 00.40 WIB

Prabowo Dinilai Tak Paham Manfaat Ekonomi Soal Akuisisi Freeport

Debat keempat capres - Image

Debat keempat capres


JawaPos.com - Peneliti Alpha Research Database & Penulis Buku Freeport, Ferdy Hasiman menilai calon presiden nomor urut 02, Prabowo Subianto tidak paham soal economic interest 81,21 persen Freeport. Dia mengungkapkan, beberapa hari setelah divestasi saham Freeport Indonesia, induk usahanya, Freeport Mcmoran melaporkan kepada pemegang saham di bursa New York Stock Exchange (NSE). Dalam laporan itu, Freeport Mcmoran mendapat 81,28 persen Economic Interest dari proses itu. 


"Perhitungan Economic Interest ini tentu adalah perhitungan ekonomi korporasi yang sangat kompleks dan detail. Ketika penulis mengkonfirmasi ini kepada Freeport Indonesia, Juru Bicara Freeport Riza Pratama mengatakan, itu adalah perhitungan Freeport Mcmoran, Freeport Indonesia tak mengeluarkan perhitungan itu," ujarnya kepada media, Minggu (31/3).


Dia melanjutkan, Freeport Mcmoran hanya melaporkan itu untuk meyakinkan investornya bahwa perusahaan itu masih menerima keuntungan secara korporasi dari pertambangan Grasberg. Menurut Ferdy, itu bukan perhitungan terkait dividen ataupun penerimaan negara.


"Ini tentu perlu menjadi catatan. Perhitungan Economic Interest itu hanya masuk dalam perhitungan Freeport Mcmoran untuk dilaporkan kepada pemegang saham. Perhitungan itu tidak masuk dalam IUPK yang dibuat pemerintah," katanya.


Pihak Freeport Mcmoran juga, lanjutnya, meminta pemerintah Indonesia untuk menghormati Kontrak Karya Freeport dan Rio Tinto yang berlaku sampai 2021. Dengan itu, usai berlakunya Economic Interest yang mencapai angka 81,28 persen itu hanya tiga tahun saja.


"Sudah dikatakan dalam bagian terdahulu bahwa Rio Tinto mengontrol 40 persen PI atau menguasai 40 persen produksi tembaga dan emas Grasberg, sementara Freeport hanya menguasai 60 persen produksi sampai 2022," jelasnya


Yang perlu dicatat adalah tambang open-pit hanyalah 7 persen dari total cadangan Freeport. Cadangan terbesar sebesar 93 persen tambang Grasberg ada di tambang underground, mencakup wilayah Kucing Liar, Grasbreg Open-pit, DOZ Block Cave, Big Gosan, Grasberg Blok Cave dan DMLZ Block Cave.


"Sampai 2017, cadangan terbukti dan terkira di Grasberg sebesar 38,8 miliar pound tembaga, 33,9 juta ons emas, dan 153,1 juta ons perak," tegasnya.


Dengan begitu, sudah sangat tepat, bila pemerintah dan Inalum membeli saham Freeport saat ini. "Mumpung produksinya masih turun, karena harga saham ikut turun. Inalum tidak menggunakan perhitungan aset dalam membeli saham Freeport. Jika memakai perhitungan aset, tentu sangat mahal," katanya.


Ferdy menambahkan Inalum memakai mekanisme discounted cash flow berdasarkan nilai buku saat ini. Produksi Freeport di Grasberg yang mengalami penurunan pada 2019-2021 tentu akan menurunkan harga saham.


Menurutnya, Presiden Jokowi jenius dalam melihat ini. Berbeda dengan Presiden keenam Susilo Bambang Yudhoyono.


"Jokowi itu scara politik pemimpin jenius melebihi SBY. Karena dia gunakan betul kesempatan divestasi Freeport,” imbuh Ferdy.


Jikapun Economic Interest dihitung berdasarkan dividen, dia menambahkan tidak menjadi soal dividen yang diperoleh Inalum selama 2019-2021 hanya 18,74 persen (saham Inalum sebelumnya 9,36 persen + saham Indocopper 9,36 persen). Sebab, produksi Grasberg mengalami penurunan secara alamiah.


Dia menjelaskan, mulai 2022, Freeport akan menikmati produksi dari tambang underground yang dalam perkiraan mencapai 160 ribu-200 ribu ton konsentrat tembaga. Jika harga metal di pasar global naik, maka tentu itu akan menguntungkan Freeport dan Inalum sebagai pemegang saham.


"Mulai 2022, Inalum justru menikmati keuntungan lebih dari 50 persen produksi Grasberg," tuturnya.

Editor: Saugi Riyandi
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore