Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 20 Agustus 2020 | 22.25 WIB

Kinerja Ruko dan Pergudangan Lesu Imbas Pembatasan dan Kebijakan WFH

Photo - Image

Photo

JawaPos.com - Semakin mendekati akhir tahun, para pelaku bisnis properti makin agresif menerapkan strategi-strategi untuk bertahan. Pengembang properti seperti PT Fortune Mate Indonesia Tbk, misalnya. Karena properti komersial sedang lesu, mereka menggenjot pasar rumah tapak pada semester II ini.

Sekretaris Perusahaan PT Fortune Mate Indonesia Tbk Agustinus Agus Sunarto mengakui bahwa pandemi Covid-19 memang memukul industri properti. Selama ini perseroan sangat mengandalkan sektor pergudangan untuk menopang penjualan. Kontribusinya 70 persen.

"Tetapi, nyatanya virus korona membuat kinerja pergudangan dan ruko lesu karena ada pembatasan sosial dan anjuran work from home," jelasnya kemarin (19/8).

Kendati demikian, Agus tidak mau tinggal diam. Agar tetap ada pemasukan, perseroan agresif mencari peluang pasar. Misalnya, menggarap perumahan yang menyasar konsumen kelas menengah ke bawah.

"Di akhir 2020 ini kami akan membangun proyek baru. Yaitu, Perumahan Juanda Land sebanyak 40 unit," tuturnya.

Dari total 40 unit yang akan disiapkan Fortune untuk proyek barunya tersebut, saat ini sudah terjual tiga unit. Hal itu menandakan pasar masih membutuhkan hunian meski pandemi.

Namun, untuk target sampai akhir tahun, pihaknya tidak bisa memprediksi apa pun. Sebab, kondisi masih sulit.

"Apalagi, untuk pasar properti ini, Bank Indonesia masih mempertahankan suku bunga acuan 4,5 persen yang membuat minat konsumen turun," katanya.

Terpisah, Ketua Asosiasi Realestat Broker Indonesia (Arebi) Jatim Rudy Sutanto menyebutkan bahwa hunian dengan harga di bawah Rp 500 juta masih potensial. Menurut dia, sasaran properti pada segmen itu adalah para end user. Mereka mulai membutuhkan tempat tinggal. Di sisi lain, angka backlog atau kekurangan rumah masih tinggi.

"Peminat rumah di bawah harga Rp 500 juta sangat banyak. Mulai Juni sudah banyak pembelinya," ungkapnya.

Mengenai produk rumahnya, mayoritas yang ditawarkan berada di wilayah luar Surabaya. Antara lain, Sidoarjo, Gresik, dan Mojokerto. Sebab, harga lahan di Surabaya sudah terlalu mahal.

https://www.youtube.com/watch?v=1j8zggAZXrI

Editor: Estu Suryowati
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore