Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 4 Januari 2020 | 02.45 WIB

Rumah Terkena Banjir, Harga Jualnya Gimana?

Warga beraktivitas ketika banjir di kawasan Cipinang Melayu, Jakarta, Rabu (1/1/2020). Banjir yang terjadi di kawasan tersebut akibat luapan air dari Kali Sunter.  Foto: Dery Ridwansah/ JawaPos.com - Image

Warga beraktivitas ketika banjir di kawasan Cipinang Melayu, Jakarta, Rabu (1/1/2020). Banjir yang terjadi di kawasan tersebut akibat luapan air dari Kali Sunter. Foto: Dery Ridwansah/ JawaPos.com

JawaPos.com - Beberapa kawasan di Jabodetabek terkena banjir, mulai dari setinggi betis hingga melebihi atap rumah. Jika rumah tersebut dijual, bagaimanakah harga jualnya?

Pengamat Properti Aleviery Akbar mengatakan bahwa kawasan banjir tentunya berdampak pada harga jual properti. Akan tetapi, penurunan harga bersifat sementara.

"Secara umum pengaruh harga properti di area yang terkena banjir akan ada, tapi sifatnya temporary aja, penurunan harga tidak akan langsung drastis," ungkapnya ketika dihubungi JawaPos.com, Jumat (3/1).

Menurutnya, penurunan harga properti hanya akan terlihat pada pemberian diskon saja. Maka dari itu, penurunan tidak terlalu besar. "Nggak besar, biasanya mereka menurunkan harga hanya diskon saja, tadinya tidak ada diskon, menjadi ada diskon. Misalnya harga jual Rp 5 juta per meter, di jual kasih diskon 10 persen artinya ada pengurangan Rp 500 ribu, kira-kira jadi 4,5 juta per meter," ujarnya.

Namun, jika masyarakat yang rumahnya terendam banjir ingin segera menjual asetnya, maka harga akan turun secara drastis. Mengingat, saat ini sedang musim penghujan.

"Kecuali beberapa pemilik memang mau menjual karena kebutuhan mendesak atau akan pindah ke area lain. Kalau sekarang ini saya rasa orang akan berpikir dua kali untuk membeli kan, kalaupun ada yang mau jual, pasti harganya udah murah sekali itu," terang dia.

Kepada para developer, terkait banyaknya wilayah yang terdampak banjir, rasanya tidak tepat jika mengatakan kawasan mana yang bagus untuk dijadikan lokasi pengembangan properti. Menurut Aleviery, para developer harus melihat wilayah mana yang tidak berdampak signifikan akibat curah hujan yang tinggi.

"Sekarang kita lihat aja, semua Jakarta banjir, kalau kita bilang nggak cocok, nggak bisa gitu. Kita harus memilih area yang tidak terdampak signifikan, misalnya Pondok Indah yang nggak terlalu keliatan," tuturnya.

Editor: Mohamad Nur Asikin
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore