
CEO Biido Aditia Kinarang Mokoginta.
JawaPos.com - Perkembangan cryptocurrency tampaknya semakin meningkat di Indonesia. Hal tersebut terlihat dari mulai banyaknya pemain digital yang membuka bursa jual beli kripto atau biasa disebut exchanger. Biido misalnya.
Platform terbaru milik PT Aset Digital Indonesia itu merupakan marketplace untuk jual beli kripto. Pengguna cryptocurrency dapat memanfaatkan Biido untuk melakukan transaki dan berbagai hal lainnya terkait dengan uang digital.
CEO Biido Aditia Kinarang Mokoginta mengungkapkan, sebagai tahap awal, Biido memperjualbelikan dua aset kripto, yaitu Bitocin dan Ethereum. "Nantinya sampai akhir tahun minimal ada 20 koin yang di-listing," ujarnya dalam keterangan tertulisnya kepada JawaPos.com, Jumat (12/10).
Aditia menyebut bahwa Biido akan memperjualbelikan lebih banyak kripto dibandingkan exchanger kripto yang sudah beroperasi saat ini. Hal ini guna memberikan pilihan yang bervariasi kepada pengguna kripto di Indonesia. Ada pun beberapa kripto yang segera di-listing atau diperdagangkan adalah Ripple, Dogecoin, Holo, Bitcoin Cash, Dash, Litecoin, Cardono, EOS, Stellar, dan Bitcoin Gold.
Selain itu, lanjut Aditia, kelebihan lain yang ditawarkan Biido adalah tampilan Biido lebih simpel dan mudah diakses. Dengan begitu, Biido mudah digunakan baik oleh orang yang sudah ahli di dunia kripto maupun orang yang baru belajar.
Aditia juga menjanjikan fee atau biaya transaksi lebih murah dibandingkan biaya transaksi di exchanger lain, yaitu sebesar 0,2%. "Kami mengenakan fee yang dijamin lebih redah dibandingkan fee yang dikenakan oleh kompetior yang ada di Indonesia saat ini," katanya.
Tidak hanya itu, Biido juga akan menyediakan token kripto sendiri, yaitu Biido Coin yang rencananya dirilis akhir tahun ini. Biido Coin ini akan diberikan kepada pengguna saat mereka melakukan transaksi di Biido. Token ini menjadi semacam pengganti fee atau biaya transaksi yang telah dibayarkan pengguna saat melakukan transaksi. "Pengguna akan diberikan Biido Coin yang nilainya sama dengan fee yang dikenakan ke mereka," jelasnya.
Sejauh ini, Aditia menerangkan, penetrasi kritpo di Indonesia baru menyasar 0,4% dari total jumlah penduduk Indonesia. Menurutnya, angka tersebut masih terbilang kecil bila dibandingkan negara-negara seperti Korea. Di sana satu dari tiga penduduknya sudah memiliki kripto. Begitu juga Amerika Serikat dan Kanada yang mencapai 60% penduduknya pernah membeli kripto.
"Negara yang terdekat dengan kita Singapura 3% dari total penduduknya atau sekitar 10 juta orang memiliki kripto aset," ujarnya.
Sementara untuk meningkatkan penetrasi pasar ini, Biido tidak hanya membidik masyarakat yang sudah melalukan trading atau investasi kripto. Sebaliknya, menurut menurut Aditia, Biido akan melakukan edukasi ke masyarakat yang lebih luas guna manarik pengguna baru lebih banyak.
"Kami berharap masyarakat Indonesia semakin melek tentang teknologi ini dan melalui edukasi-edukasi yang pas, kami yakin penetrasi dari kripto aset ini akan semakin besar ke depannya," pungkasnya.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Borneo FC vs Persija Jakarta: Macan Kemayoran Menang Tipis di Samarinda
Prediksi Skor Lyon vs Auxerre di Liga Prancis: Les Gones Berpeluang Menang Telak di Groupama!
Prediksi Skor Newcastle United vs Bournemouth di Liga Inggris: The Magpies Tak Ingin Malu di Kandang
Prediksi Skor Hoffenheim vs Borussia Dortmund di Liga Jerman: Kans Die Borussen Gondol 3 Poin
Prediksi Skor Bhayangkara FC vs Persebaya Surabaya: Green Force Diprediksi Menang Tipis di Lampung
Prediksi Arema FC vs Isenmulang Kalteng FC: Singo Edan Diprediksi Menang di Kanjuruhan
Santri Cilik Tegur Bacaan Alquran Nusron Wahid: Ayat Alquran Jangan Diacak-acak!
Prediksi Skor Werder Bremen vs RB Leipzig di Liga Jerman: Die Bullen Bisa Gondol 3 Poin
Prediksi Skor Brentford vs Sunderland di Liga Inggris: The Bees Berpeluang Gasak Tim Tamu!
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
