Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 3 Agustus 2018 | 21.56 WIB

Menko Darmin Klarifikasi Ucapannya Soal Ekonomi Bocor, Ini Maksudnya

Menko Perekonomian Darmin Nasution - Image

Menko Perekonomian Darmin Nasution

JawaPos.com - Menteri Koordinator Perekonomian Darmin Nasution memberi klarifikasi terkait ucapan ekonomi Indonesia bocor. Hal itu terkait, tidak masuknya devisa hasil ekspor (DHE) ke sistem keuangan.


"Saya kemarin menjelaskan, kalau kita mengekspor itu akan menjadi semacam tambahan tenaga yang signifikan untuk menaikkan pertumbuhan ekonomi. Tapi, kalau devisanya nggak masuk, ya nggak jadi menambah tenaga. Jadi dalam bahasa teknis ekonomi itu bocor. Suntikannya nggak jadi," ujarnya di Kemenko Perekonomian, Jakarta, Jumat (3/8).


Dia mengungkapkan, kata-kata bocor sejatinya merupakan istilah teknis dalam ekonomi, sehingga ucapannya tidak perlu disalahartikan.


"Sama saja seperti impor, kalau kita mengimpor ini lawannya ekspor. Kalau mengekspor menambah tenaga pertumbuhan, kalau mengimpor ya mengurangi. Jadi semacam ada yang bocor, begitu juga kalau devisa tidak masuk," jelas dia.


Dia menjelaskan, setiap tahun hasil dari DHE hanya masuk 80-81 persen saja. Sementara sisanya sebesar 19 persen tidak masuk. "Ya di situ bocornya. Tapi bocor bukan dalam pengertian dikorupsi, enggak," tuturnya.


Tidak hanya itu, DHE yang masuk juga tidak semuanya ditukar ke dalam kurs rupiah. Hal itu juga lantaran kebijakan ekspor Indonesia yang bersifat terbuka.


"Ternyata yang masuk 80-81 persen ini yang ditukarkan ke rupiah itu hanya 15 persen. Sisanya apa? Dibikin tabungan valas, deposito, giro, nah itu juga akan mengurangi dampak dorongannya ke pertumbuhan. Meskipun nggak sama dengan yang masuk tadi karena lama-lama dia tukar. Tapi biasanya lama," tandasnya.

Editor: Fersita Felicia Facette
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore