
TAK KEBAGIAN: Karena banyak truk yang antre, SPBU di Jalan Gresik Gadukan Timur kehabisan stok. (Ahmad Khusaini/Jawa Pos)
JawaPos.com - Perbedaan harga BBM jenis solar subsidi dan industri begitu besar. Anggota Komisi VII DPR Yulian Gunhar menyoroti pemberian harga solar subsidi.
Menurut Yulian Gunhar, besarnya jarak harga solar subsidi dan solar industri memicu praktik-praktik nakal dari pihak-pihak tidak bertanggung jawab untuk membuat kebocoran dari solar subsidi. Dia menyarankan ada penyesuaian harga solar subsidi.
"Demi menghindari kebocoran dana subsidi, pemerintah harus segera melakukan penyesuaian harga. Karena, perbedaan harga solar bersubsidi dan BBM industri sangat tinggi. Terpaut sekitar Rp 15 ribu per liter," ujar Yulian Gunhar dalam keterangannya, Minggu (14/8).
Gunhar mensinyalir perbedaan harga yang terlalu tinggi itu, telah terindikasi menimbulkan kebocoran subsidi di lapangan. Banyak oknum yang memanfaatkan perbedaan harga dengan membeli solar subsidi di SPBU, lalu menjualnya untuk kebutuhan industri dengan harga lebih tinggi.
"Permainan para oknum ini sudah sangat canggih dan membentuk jaringan yang melibatkan banyak kalangan. Dengan membeli solar bersubsidi seharga Rp 5 ribu, lalu dijual ke pihak lain dengan harga di atasnya," ujar Gunhar.
Politikus PDIP itu mengatakan, kebijakan penyesuaian harga solar bersubsidi demi menyelamatkan APBN yang terus defisit. Hal itu sebagai dampak harga minyak dunia meningkat sejak terjadinya perang Rusia dan Ukraina.
Legislator asal Sumatera Selatan itu menyebut, dampak perang Rusia-Ukraina diperkirakan akan mengganggu pasokan minyak dunia. Dikhawatirkan menyebabkan melonjaknya harga BBM di dalam negeri.
"Komisi VII telah mengingatkan Pertamina mengenai dampaknya terhadap harga minyak dunia. Mengingat Rusia merupakan salah satu produsen minyak terbesar di dunia," katanya.
Demi mencegah terjadinya kenaikan harga BBM di dalam negeri, Gunhar meminta pemerintah mengambil peluang dari dampak perang Rusia-Ukraina di negara-negara Eropa. Salah satunya dengan melakukan barter komoditas yang melimpah di Indonesia seperti CPO dengan BBM yang dihasilkan di beberapa negara Eropa.
"Barter bisa dilakukan dengan menukar CPO yang saat ini harganya meningkat di pasar dunia, dengan barang impor dari negara Eropa, seperti minyak bumi," katanya.

Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Bocor! Alasan Brian Uriarte Tetap P4 Meski Crash di Moto3 Hungaria 2026, Bikin Veda Ega Pratama Finis P16
Prediksi Piala Dunia 2026: Sejarah Sebut Hanya 5 Tim Lolos Semua Kriteria Juara, Belanda Masuk Daftar
Media Jerman Pusing Lihat Ngerinya Performa Veda Ega Pratama di Sesi Practice Moto3 Hungaria 2026
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Breaking News! Veda Ega Pratama Naik ke Peringkat 3 Moto3 2026 Usai Diskualifikasi Adrian Fernandez
Eksklusif! Perjuangan Nyo Daftar Player Escort Sejak 2024, Menangis Haru Dipeluk Nathan Tjoe-A-On di Timnas Indonesia
Kronologi Lengkap Diskualifikasi Adrian Fernandez di Moto3 2026, Veda Ega Pratama Naik ke Posisi Tiga Klasemen
Hasil Practice Moto3 Hungaria 2026: Veda Ega Pratama Finis P2 dan Lolos ke Q2, Hakim Danish Justru Tersandung
Viral Pengemudi Ojek Pangkalan Getok Harga Rp 400 Ribu Senayan-Bundaran HI, Modus Bilang Tarif "58"
