
Photo
JawaPos.com - Isu kenaikan harga BBM mencuat usai pemerintah berencana mengendalikan subsidi yang melonjak menembus Rp 502 triliun. Bahkan, dana tersebut justru dinilai salah sasaran karena banyak dinikmati oleh orang mampu.
Ketua Komisi VII DPR Sugeng Suparwoto mengatakan, penting bagi pemerintah untuk mengembalikan subsidi sesuai pada esensinya. Termasuk, tetap memberikannya kepada yang berhak saat harga BBM subsidi jenis Pertalite dan Solar ditetapkan naik.
Ia meminta kepada pemerintah, bagi pengguna motor, ojek online, dan angkutan umum agar tidak terdampak atas kenaikan Pertalite. "Maka kalau toh naik ini permintaan kami di Komisi VII adalah untuk kendaraan roda dua dalam hal ini motor dan angkutan umum itu tidak naik. Dan juga ojol berupa mobil online itu juga tidak naik," kata Sugeng dalam keterangannya di Gedung DPR RI, Jumat (2/9).
Sementara solar, menurutnya, tetap dipatok harga sama tanpa kenaikan bagi kendaraan logistik Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). "Nah untuk Solar, khusus untuk kendaraan logistik UMKM itu juga tidak naik, khususnya truk roda empat. Kan ada truk di atas roda empat, itu khusus industri," tuturnya.
Sebelumnya, Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati menyatakan penyaluran subsidi bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi selama ini tidak tepat sasaran. Untuk BBM jenis Solar saja 89 persen dinikmati dunia usaha, dan hanya 11 persennya dinikmati kalangan rumah tangga.
Namun, dari yang dinikmati rumah tangga itu ternyata 95 persennya dinikmati rumah tangga mampu dan hanya 5 persen yang dinikmati rumah tangga miskin seperti petani dan nelayan.
Adapun untuk BBM bersubsidi jenis Pertalite, 86 persennya digunakan kalangan rumah tangga, dan 14 persennya dinikmati kalangan dunia usaha. Tapi, dari porsi rumah tangga itu kata dia 80 persennya dinikmati oleh rumah tangga mampu dan hanya 20 persen dinikmati oleh rumah tangga miskin.
Sementara terkait rencana kenaikan harga BBM subsidi, Presiden Joko Widodo memastikan pihaknya masih melakukan hitung-hitungan. "BBM semuanya masih pada proses dihitung dikalkulasi dengan hati-hati,” kata Jokowi di Mimika, Papua, Kamis (1/9).
Ia pun menegaskan, pihaknya belum memutuskan apakah akan ada kenaikan harga BBM subsidi atau tidak. Karena masih dalam proses dihitung dengan penuh kehati-hatian.
"Masih dalam proses dihitung dengan penuh kehati-hatian,” tegasnya.
Namun, pada Jumat (2/9) kemarin, Presiden Joko Widodo mengatakan hitung-hitungan terkait kenaikan harga BBM subsidi akan diserahkan kepadanya hari ini.
"Untuk (harga) BBM-nya semuanya masih dikalkulasi dan hari ini (Jumat) akan disampaikan kepada saya mengenai hitung-hitungan dan kalkulasinya," kata Jokowi di sela kunjungannya di Kepulauan Tanimbar, Maluku.

Breaking News! Veda Ega Pratama Naik ke Peringkat 3 Moto3 2026 Usai Diskualifikasi Adrian Fernandez
Kronologi Lengkap Diskualifikasi Adrian Fernandez di Moto3 2026, Veda Ega Pratama Naik ke Posisi Tiga Klasemen
Hasil Practice Moto3 Hungaria 2026: Veda Ega Pratama Finis P2 dan Lolos ke Q2, Hakim Danish Justru Tersandung
Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Veda Ega Pratama Kudeta Peringkat Pertama! Update Klasemen Rookie of The Year Moto3 2026 Usai Brian Uriarte Didiskualifikasi
Sony Sonjaya Akan Ajukan Diri Jadi Justice Collaborator Kasus MBG, Janjikan Buka Nama-Nama Besar
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Kalah di Pengadilan Soal Sanksi Etik Promotor Disertasi Bahlil, Guru Besar UI: Mahasiswa Ini Bukan Main-main
Prediksi Haiti vs Peru 6 Juni 2026: Momentum Positif Les Grenadiers Uji Kebangkitan La Blanquirroja
3 Bintang Baru Sudah Deal! Persebaya Surabaya Siapkan Misi Besar Bernardo Tavares di Musim 100 Tahun
