
industri gas nasional
JawaPos.com - Anggota Komisi VI DPR RI Lamhot Sinaga meminta pemerintah dan pelaku industri mencari solusi bersama terkait polemik harga gas industri sesuai amanat Perpres 40 Tahun 2016. Aturan tersebut berisi mengenai penetapan harga gas industri agar dapat berdaya saing dan tumbuh lebih kuat.
Lamhot berharap, kebijakan tidak hanya menguntungkan korporasi BUMN, swasta, maupun industri yang menikmati harga gas murah. Akan tetapi pengelola gas pun harus dijaga agar dapat membangun infrastruktur yang menjadi target pemerintah.
"Kebijakan ini jangan sampai mematikan pengembangan pemanfaatan energi gas bumi dan mengurangi daya tarik investasi, baik di sektor hulu maupun hilir migas. Ini penting mengingat pembangunan infrastruktur hilir gas bumi dan eksplorasi lapangan baru migas memiliki posisi yang sangat strategis untuk mewujudkan kemandirian energi nasional," ujarnya dalam keterangannya, Senin (2/3).
Ia menyebut, ketergantungan Indonesia akan energi impor harus disikapi dengan kebijakan strategis. Dengan cadangan gas bumi yang jauh lebih besar daripada minyak bumi, sudah seharusnya Indonesia memprioritaskan pembangunan infrastruktur gas.
Apalagi sampai hari ini di industri hilir gas, kata dia, jaringan infrastruktur gas belum tersambung secara merata. Jaringan pipa di Sumatera, Jawa bagian tengah, dan beberapa lokasi di Kalimantan serta Sulawesi belum tersambung gas.
Menurutnya, iklim investasi yang menarik di hulu ditambah jaminan pengembalian investasi di hilir, akan memberikan kepastian pengembangan infrastruktur gas. Sehingga, diharapkan semakin banyak pelaku industri di berbagai wilayah yang dapat menikmati gas bumi.
Sementara itu, Center for Energy Policy Kholid Syeirazi mengatakan, bahwa harga gas USD 6 per MMBTU berlaku untuk harga di hulu bukan di tingkat konsumen. Menurutnya, hal itu sesungguhnya telah berjalan, di mana saat ini agregat gas hulu di Indonesia di sekitar USD 5,4 - 5,8 per MMBTU.
"Inilah yang membuat beberapa sektor industri seperti baja, petrokimia, dan pupuk sudah menikmati harga sesuai Perpres tersebut," imbuhnya.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Tanpa Eliano Reijnders dan Luciano Guaycochea! Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Persib Bandung
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
12 Tempat Makan Legend di Bandung yang Wajib Dicoba, Ada yang Sudah Berdiri Sejak Zaman Belanda!
Awas Macet! Besok Ribuan Buruh Demo May Day di Surabaya, Ini Jalan yang Perlu Dihindari
