
Photo
JawaPos.com - Tahun lalu sejumlah perusahaan rintisan atau startup kelimpungan. Banyak yang akhirnya gugur atau mengurangi karyawan dalam jumlah besar. Mantan Menkominfo Rudiantara memprediksi, tahun ini kondisi Startup masih tetap sulit dan menantang.
Pernyataan tersebut disampaikan Rudiantara dalam diskusi bertajuk Meneropong Masa Depan Startup 2023 di Jakarta Kamis (26/1) petang. Dalam diskusi yang digelar Institute of Social Economic Digital (ISED) itu, Rudiantara mengatakan situasi global masih jadi tantangan besar bagi startup. Termasuk startup di tanah air.
"Situasi ekonomi global saat ini memang sangat mempengaruhi terhadap keberlangsungan startup," katanya. Hal ini dikarenakan aliran dana investasi beralih ke sektor yang pasti saja, seperti perbankan. Kondisi ini memengaruhi bagi startup di level letter stage. Bahkan tak sedikit ada startup yang bakal melakukan efisiensi SDM akibat dampak ekonomi global.
Startup di Indonesia jumlahnya banyak. Namun tidak diketahui keberadaannya, terkecuali yang terkoneksi dengan platform e-commerce sekitar 20 juta. Dari banyaknya start up di Indonesia, diperkirakan hanya 5 persen saja yang bisa bertahan dalam 10 tahun ke depan. Kemudian tidak lebih dari 10 persen yang bertahan dalam lima tahun. “Bahkan di tahun 2017-2018, success rate startup yang bertahan 10 tahun hanya 3 persen,” katanya.
Meskipun begitu, dia memprediksi transaksi e-commerce di Indonesia tahun ini bakal tumbuh. Menurut Rudiantara, transaksi e-commerce di Indonesia diprediksi masih akan tumbuh. Pada 2023 ini, nilai transaksi (total processing value) diperkirakan mencapai Rp 600 triliun dari sebelumnya Rp 500 triliun pada 2022.
Dalam kesempatan yang sama, dewan pakar ISED Ryan Kiryanto mengatakan pertumbuhan startup Indonesia beberapa tahun lalu berkembang pesat. Ketika pandemi dua tahun lalu, terjadi perubahan perilaku individu dari yang bersifat manual menuju digital. Hal ini yang dimanfaatkan generasi muda untuk mengembangkan start up.
Namun belakangan ini bisnis start up di Indonesia agak meredup karena kondisi ekonomi dunia sedang tidak sehat. “Beberapa negara maju seperti Amerika, Inggris, Jerman dan tentunya Rusia mengalami resesi," katanya. Kondisi ini memengaruhi investor yang tadinya mau menanamkan modal, sekarang mereka sementara berhenti dulu. Kondisi ini menganggu aliran kas di sebagian startup Indonesia.

Breaking News! Rival Veda Ega Pratama Didiskualifikasi dari Moto3 Catalunya 2026
Veda Ega Pratama Kudeta Peringkat Pertama! Update Klasemen Rookie of The Year Moto3 2026 Usai Brian Uriarte Didiskualifikasi
Soal Kabar Kepala BGN Dadan Hindayana Ditangkap, Dasco: Serahkan ke Aparat Hukum
Profil Sony Sanjaya, Eks Jenderal Polri yang Dicopot Sebagai Wakil Kepala BGN, Sempat Diterpa Isu OTT
KPK Cari Keberadaan Wamen Imipas Silmy Karim Terkait OTT Imigrasi Jakbar
7 Pemain Baru Masuk! Bruno Moreira Hengkang, Ini Prediksi Starting XI Persebaya
Kejagung Konfirmasi Penggeledahan Kantor BGN Usai Pencopotan Dadan Hindayana
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Mantan Kepala BGN Dadan Hindayana Resmi Jadi Tersangka dan Ditahan Kejagung, Belum 24 Jam Usai Dicopot Prabowo
Kantor Badan Gizi Nasional Digeledah Kejagung, Muncul Karangan Bunga Unik Singgung Pencopotan Dadan
