
Pesawat Lion Air dan Citilink di Terminal 1 Soekarno Hatta Cengkareng Banten, Jumat (11/1/2019). Tiket pesawat mengalami kenaikan harga salahsatunya dipicu oleh pertumbuhan penumpang pesawat sebanyak 8 persen per tahunnya.
JawaPos.com - Sektor penerbangan adalah salah satu sisi paling terdampak semenjak pandemi Covid-19. Hal itu membuat maskapai berusaha keras untuk bertahan. Namun, ada juga yang tidak kuat dan terpaksa merumahkan karyawannya.
Lion Air Group misalnya. Maskapai nasional itu terpaksa merumahkan karyawannya sebanyak 35 persen. Corporate Communications Strategic of Lion Air Group Danang Mandala Prihantoro menuturkan, merumahkan karyawan merupakan tindakan proaktif berdasarkan mitigasi guna menjaga kontinuitas perusahaan.
Saat ini secara bertahap, rata-rata operasional perusahaan hanya 10-15 persen dari kapasitas normal. Sebelum pandemi covid-19 rata-rata terdapat 1.400 penerbangan per hari. Dengan berkurangnya frekuensi penerbangan biaya-biaya yang harus ditanggung perusahaan cukup besar.
"Lion Air Group sedang menjalankan pemetaan agar lebih fokus penguatan di seluruh lini bisnis yang berdampak secara keseluruhan,” jelas Danang Mandala Prihantoro dalam keterangannya, Sabtu (31/7).
Danang menyebut, ada beberapa skema pemulihan yang ditempuh perusahaan untuk menjaga keberlangsungan usaha. Kini kondisinya, jumlah produksi pekerjaan dan sumber daya manusia tidak sesuai secara perhitungan.
Sehingga, pihak Lion Group memutuskan untuk melakukan pengurangan tenaga kerja dengan merumahkan karyawan namun statusnya bukan pemutusan hubungan kerja (PHK).
“Beban kerja (load) di unit masing-masing kurang lebih 25 sampai 35 persen karyawan, dari 23.000 karyawan,” ujar Danang.
Meski merumahkan karyawan, Danang mengklaim, Lion Air tetap berusaha memenuhi dan mendukung biaya hidup pegawai. “Selama dirumahkan akan diadakan pelatihan secara virtual (online) sesuai dengan bagian unit masing-masing. Keputusan ini berlaku sampai pemberitahuan lebih lanjut,” tuturnya.
Baca juga: Kasus Surat Swab Palsu Berbuntut Panjang, Kemenhub Bawa ke Ranah Hukum
Lion Air Group berharap langkah yang ditetapkan itu merupakan keputusan terbaik. “Hingga saat ini Lion Air Group senantiasa menjalankan berbagai inisiatif atas kesepakatan bersama guna mendukung operasional dan layanan perusahaan termasuk menghadapi ketidakpastian situasi dampak dari pandemi Covid-19 yang penuh tantangan ini,” pungkas Danang.

BGN Terbitkan SE Nomor 12 Tahun 2026, Layanan MBG Dihentikan Sementara saat Hari Libur
TVRI Hilang? Begini Cara Memunculkan Sinyal TVRI untuk Nonton Piala Dunia 2026 Gratis
Bocor ke Publik! 2 Alasan Krusial Ramadhan Sananta Mau Gabung ke Persebaya Surabaya
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
Sudah Masuk KBLI, Konten Kreator Didorong Punya NIB untuk Perkuat Legalitas
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Pembagian Grup Liga 2 2026/2027 Berubah, PSIS Semarang dan Persiku Kudus Geser ke Wilayah Barat
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
PP Muhammadiyah Minta MBG Dihentikan Sementara, Sebut Mudaratnya Lebih Banyak
Momen Republik Ceko dan Afrika Selatan Harus Puas Bermain Imbang 1-1
