
ANGKUT KEBUTUHAN: Masih banyak truk ODOL di area Pelabuhan Tanjung Perak (6/3). Truk ODOL masih sering dijumpai di Jalan Perak Barat maupun Perak Timur. (Ahmad Khusaini/Jawa Pos)
JawaPos.com - Pemerintah diharapkan tidak memaksakan kebijakan zero Over Dimension Over Load (ODOL) mulai tahun depan. Sebab bisa menaikkan ongkos logistik atau pengiriman.
Kondisi ini sangat memberatkan pelaku industri ekspedisi di tengah himpitan krisis ekonomi global. Analisa tersebut disampaikan anggota Komisi V DPR Sudewo.
Politikus Partai Gerindra itu menegaskan implementasi kebijakan zero ODOL perlu hati-hati. Dia meminta Kememterian Perhubungan (Kemenhub) tidak seenaknya menerapkan kebijakan baru tersebut.
Diantara yang menjadi sorotan Sudewo adalah, kebijakan zero ODOL bakal berdampak kenaikan ongkos logistik atau pengiriman barang. Diarmbuat simulasi, ongkos pengiriman paket logistik dari Jakarta sampai Semarang selama ini bisa Rp 10 juta.
Dengan adanya aturan zero ODOL itu, ongkos pengiriman dari ibu kota ke Semarang bisa naik Rp 3 juta. Dia mengungkapkan, sebenarnya Komisi V DPR sudah berkali-kali melakukan rapat dengan Dirjen Perhubungan Darat Kemenhub untuk membahas tentang Zero ODOL ini.
"Tampaknya mereka sudah dengan tekad yang bulat untuk menyelenggarakannya mulai dari awal tahun 2023 depan," katanya kepada wartawan Selasa (20/12).
Dia melihat belum ada kesiapannya dan bagaimana menghadapi dan mengantisipasi dampak resiko dari aturan zero ODOL itu. Sudewo mengatakan setuju sekali bahwa keberadaan kendaraan atau truk ODOL berdampak terhadap berbagai hal.
Seperti terjadinya kerusakan jalan, serta menjadi faktor penyebab terjadinya kemacetan dan kecelakaan lalu lintas. Tetapi bila ditertibkan secara sporadis, maka harus ada perhitungan dampak dan resiko secara menyeluruh terhadap perekonomian.
"Namun, sayang sekali Kemenhub maupun Kementerian Perindustrian tidak melakukan survei yang mendetail terhadap apa yang kiranya terjadi apabila Zero ODOL ini dilaksanakan," jelasnya.
Dia melihat Kementerian Perindustrian lebih maju karena bisa menyajikan data kemungkinan terjadinya inflasi sebesar 1,2 persen sampai 1,5 persen. Meskipun menurutnya survei ini belum begitu detail.
Sedangkan Kementerian Perhubungan, tampaknya belum melakukan survei mendetail dampak Zero ODOL ini bila diterapkan pada 2023. Dia sependapat sekali dengan beberapa pakar bahwa dengan dilaksanakannya zero ODOL, pemerintah harus menghitung ulang berapa ongkos transportasi.
Kemudian berapa ongkos logistik yang harus kita keluarkan dan itu menjadi penting untuk mengambil kebijakan. Hal lain yang juga harus dilihat menurut Sudewo adalah berapa kendaraan yang bertambah serta kapasitas jalan yang ada sekarang ini.
Dari sejumlah pertimbangan tadi, dia berharap sebelum menerapkan kebijakan zero ODOL, Kemenhub melakukan survei secara detail. "Jangan sampai dengan niat baik ini, penegakan hukum mengurangi resiko kemacetan lalu lintas, mengurangi resiko kerusakan jalan, tetapi dampak yang ditimbulkan justru malah lebih besar," paparnya.
Untuk diketahui rencana penerapan Zero ODOL Januari 2023 ini juga mendapat penolakan dari kalangan industri yang akan terdampak langsung. Seperti industri logistik, keramik, semen, kelapa sawit, pupuk, besi baja, pengusaha sembako serta makanan dan minuman.
Penolakan juga datang dari pengusaha truk dan supir truk yang tidak sedikit merupakan pengusaha UMKM yang mengantar sembako dari sentra sentra produksi.
Sebelumnya Kementerian Perhubungan (Kemenhub) merespon adanya desakan penundaan kebijakan zero ODOL tersebut. Direktur Lalu Lintas Jalan Kemenhub Cucu Mulyana mengatakan, mereka berjanji akan melakukan jalan terbaik soal aturan zero ODOL tersebut.
Kemenhub siap membicarakan kembali ihwal aturan zero ODOL yang diantaranya untuk keselamatan pengguna jalan itu. Termasuk membicarakan soal dampaknya.
"Jadi, perekonomian harus kita jaga," katanya.
Tetapi dia juga mengatakan aspek keselamatan pengguna jalan juga harus kita jaga. Untuk itu jangan sampai ada salah satu yang dikorbankan.

Bocor! Alasan Brian Uriarte Tetap P4 Meski Crash di Moto3 Hungaria 2026, Bikin Veda Ega Pratama Finis P16
Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Profil Irjen Pipit Rismanto, Pati Polri yang Diungkap IPW Diduga Diperiksa Propam Polri Terkait Dugaan Korupsi Pertambangan
Viral! Diduga Dana Operasional Belum Cair, Sejumlah SPPG Mogok Operasional Mulai 8 Juni 2026
Prediksi Piala Dunia 2026: Sejarah Sebut Hanya 5 Tim Lolos Semua Kriteria Juara, Belanda Masuk Daftar
Viral Pengemudi Ojek Pangkalan Getok Harga Rp 400 Ribu Senayan-Bundaran HI, Modus Bilang Tarif "58"
Resmi! Veda Ega Pratama Kena Long Lap Penalty, Peluang Podium Moto3 Hungaria 2026 Terancam?
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
Isu Reshuffle Kabinet Sempat Mencuat, Siapa Saja Menteri Berpotensi Diganti oleh Presiden Prabowo?
