alexametrics

PPKM Diperpanjang, APPBI Minta Aturan Operasional Mal Lebih Fleksibel

23 Januari 2021, 13:03:50 WIB

JawaPos.com – Keputusan pemerintah untuk memperpanjang pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) menuai reaksi. Para pengusaha Jawa Timur (Jatim) berharap ada kelonggaran-kelonggaran dalam PPKM lanjutan tersebut. Salah satunya adalah menjadikan jam operasional pusat perbelanjaan lebih fleksibel.

Ketua Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) Jatim Sutandi Purnomosidi mengaku perlu ada pertimbangan lain terkait dengan jam tutup mal. Yakni, penerapan protokol kesehatan dan pelaksanaan 3M yang ketat di pusat-pusat perbelanjaan. Memakai masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan pakai sabun menjadi kewajiban bagi para pengunjung maupun pegawai mal.

“Kami mengajukan supaya jam tutup mal dipertimbangkan kembali sesuai Perwali Nomor 67 Tahun 2020. Yakni, sampai dengan pukul 22.00 WIB,” kata Sutandi Jumat (22/1). Yang perlu diperketat, menurut dia, justru pelaksanaan protokol kesehatan di luar mal.

PPKM yang akan berlaku sampai 25 Januari dan diperpanjang lagi itu berdampak pada tingkat kunjungan ke mal. Sebelumnya, kunjungan sudah meningkat.

“Desember lalu sudah kembali ke level 80 persen. Tapi, kembali anjlok ke level 50 persen saat pelaksanaan PPKM,” paparnya.

Sementara itu, Ketua Asosiasi Pengusaha Kafe dan Restoran Indonesia (Apkrindo) Jatim Tjahjono Haryono memberikan evaluasi senada. “Ketika pemerintah mengumumkan akan melaksanakan PPKM, itu saja sudah turun 10–15 persen,” ujarnya.

Begitu PPKM benar-benar diterapkan, kunjungan ke kafe dan restoran turun 50–60 persen. Padahal, pemerintah kota sudah memberikan kelonggaran untuk buka sampai pukul 20.00 WIB.

Kondisi itu, menurut Tjahjono, akan semakin buruk jika rencana penutupan Jalan Tunjungan dan Jalan Darmo pada akhir pekan ini terealisasi. Sebab, kawasan itu menjadi salah satu pusat usaha kafe dan restoran.

“Setidaknya perlu waktu tiga bulan sampai omzet naik kembali,” ujarnya berdasar pengalaman PSBB tahun lalu.

 

Editor : Estu Suryowati

Reporter : (res/c12/hep)




Close Ads