Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 19 September 2021 | 04.39 WIB

McEasy Dapat Pendanaan USD 1,5 Juta dari East Ventures

Photo - Image

Photo

JawaPos.com - Perusahaan rintisan atau startup penyedia solusi digital berbasis Software-as-a-Service (SaaS) untuk manajemen dan pelacakan kendaraan logistik yaitu McEasy mengumumkan putaran pendanaan awal senilai Rp 22 miliar atau setara USD 1,5 juta dari East Ventures. Co-Founder McEasy Raymond Sutjiono mengatakan, dana investasi baru ini akan digunakan untuk dua tujuan utama.

Pertama, memperkuat divisi penelitian dan pengembangan perusahaan untuk membangun teknologi logistik kelas dunia. Kedua, memperkuat divisi pemasaran dan penjualan untuk bisa menjangkau lebih banyak perusahaan yang bergerak di industri logistik dan rantai pasok di Indonesia.

Menurutnya, sejak 2019, pihaknya berfokus untuk menjadi katalis digitalisasi pada industri logistik dan rantai pasok di dalam negeri. Ia mengaku, sistem pelacakan pintar memang bukan hal baru di dunia otomotif dan industri, namun pihaknya tahu bagaimana cara mengintegrasikan hardware yang ada - mulai dari sensor hingga GPS - dengan platform kami untuk menjadi solusi tepat dari masalah di pasaran.

"Dengan rencana bisnis yang telah dirancang, kami percaya bahwa dana dari investor akan mendorong pertumbuhan perusahaan secara eksponensial," ujarnya dalam keterangannya yang diterima JawaPos.com, Sabtu (18/9).

Raymond memaparkan, selama ini manajemen transportasi logistik di Indonesia masih memiliki beberapa tantangan. Salah satunya yaitu sangat terbatasnya integrasi dari satu pihak ke pihak lain, padahal masih berada di rantai pasok yang sama.

Selain itu, proses operasional usaha cenderung mengandalkan cara-cara manual dengan administrasi yang rumit, sehingga proses digitalisasi belum berjalan dengan mulus. Sistem otomasi dan optimisasi untuk menyederhanakan operasional logistik juga belum maksimal.

Raymond menyebut, pihaknya memiliki dua solusi bagi kebutuhan industri, diantaranya, Vehicle Smart Management System (VSMS), Transportation Management System (TMS), and Smart Driver Apps. VSMS merupakan solusi digital berbasis smart tracker untuk membantu operasional logistik dan pelacakan lokasi kendaraan secara real-time.

Sementara itu, TMS merupakan SaaS untuk perencanaan, pelaksanaan, pemantauan, dan optimisasi proses pengiriman barang secara terpadu. Sehingga keseluruhan proses menjadi lebih efisien.

"Kedua solusi ini dapat digunakan oleh para pelaku bisnis logistik, mulai dari perusahaan manufaktur & distribusi hingga perusahaan brand besar yang telah memiliki armada sendiri ataupun terintegrasi dengan vendor-vendor penyedia jasa logistik," ungkapnya.

McEasy menggunakan model bisnis berbasis langganan (subscription) dan memberikan solusi yang dapat disesuaikan dengan skala bisnis pelanggan, seperti 3PL, 4PL, distributor, atau perusahaan brand. Hingga saat ini, wilayah yang terjangkau oleh solusi digital McEasy meliputi Jawa, Bali, Sumatra, Kalimantan, serta Sulawesi.

Di sisi lain dia mengatakan, pandemi yang telah berlangsung selama kurang lebih 1,5 tahun ikut mendorong pertumbuhan bisnis McEasy. Secara tidak langsung, berkat transformasi digital yang dihadirkan di sektor industri logistik, jumlah pelanggan perusahaan telah bertumbuh 10 kali lipat.

Portfolio pelanggannya mencakup berbagai industri dan ukuran usaha, misalnya MGM Bosco untuk sektor rantai pasok dingin (cold-chain), Rosalia Indah Group untuk sektor transportasi publik, serta RPX dan FeDex Indonesia untuk sektor logistik last-mile di Indonesia.

Editor: Estu Suryowati
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore