Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 31 Januari 2022 | 19.29 WIB

Hadapi Era Disrupsi, Erick Thohir Ubah Bisnis Model Telkom

Photo - Image

Photo

JawaPos.com - Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) bersiap diri mengahadapi tantangan era disrupsi dunia digital yang tidak bisa dihindarkan kedepan. Karena sudah saatnya Indonesia mempunyai ekosistem sendiri dengan membuat roadmap ekosistem ekonomi digital.

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir mengatakan, ekosistem tersebut dibangun salah satunya melalui perubahan bisnis model perusahaan BUMN Telkom dan Telkomsel.

"Ekosistem yang kita bentuk hari ini di BUMN adalah sebagai kapal induk besar yang bersama-sama dirajut oleh berbagai pihak, kita membuat jalan besarnya, contoh karena ini kita bicara yang namanya bisnis dan teknologi, Telkom, Telkomsel,” ujar Erick dalam sambutannya di Kampus Institute Informatika dan Bisnis (IIB) Darmajaya, Bandar Lampung, Minggu (30/1).

Berbicara teknologi digital, kata Erick, kalau dulu pemerintah mencanangkan listrik masuk desa, sekarang ini sudah eranya WiFi masuk desa. Maka dari itu, ia menugaskan PT Telkom untuk membuat data center, cloud, fiber optic hingga tower 5G.

"Kalau itu tidak dibangun tadi sama ketika jalan tol tidak dibangun ketika pelabuhan, airport tidak dibangun tidak ada pertumbuhan ekonomi yang baru, ketika jalan tol Sumsel-Lampung tembus, 40 persen itu naik yang hilir mudik, sama kalau kita bicara disrupsi digital, fiber optic nya tidak ada, towernya tidak ada,di desa-desa tidak ada wi-fi kalau dulu pemerintah bicara yang namanya listrik masuk desa sekarang wi-fi masuk desa." Ucapnya.

Selain Telkom, Erick Thohir meminta Telkomsel fokus menjadi digital company sebagai agregator baik untuk konten lokal, game lokal, transaksi online untuk healthtech hingga edutech dan lain sebagainya.

Erick juga merasa miris mengingat industri game dalam negeri semuanya dikuasai oleh negara lain, tidak ada satupun game lokal.

"Itulah kenapa keberpihakan kami di BUMN dengan Telkom, Telkomselnya merubah strategi bisnis model, kita bertransformasi kita merupakan korporasi, dengan perubahan ini kita tidak minta uang ke pemerintah karena ini profesional kita bangun sendiri." Bebernya.

"Kemarin Telkom menggo public kan, Mitratel (PT Dayamitra Telekomunikasi) menjadi pemain tower terbesar, kenapa jangan takut kalau BUMN selain koperasi pelayanan publik." Imbuhnya.

Lanjut Erick, disrupsi digital tidak boleh didiamkan oleh karenanya untuk mendukung industri dunia digital, Presiden Joko Widodo telah meluncurkan Merah Putih Fund pada 17 Desember 2021 untuk membantu pendanaan atau berinvestasi pada startup lokal.

"Kita melakukan ini, karena tadi disrupsi digital tidak bisa didiamkan, kita juga kemarin lounching Merah Putih Fund bersama bapak Presiden, untuk apa berinvestasi kepada starup-starup calon unicorn, calon orang kaya baru, tapi karena Merah Putih Fund, foundernya harus orang Indonesia, perusahaannya ada di Indonesia dan nanti go public di Indonesia." Jelasnya.

Sekedar informasi Merah Putih Fund merupakan inisiatif Kementerian BUMN mendorong dan membantu pendanaan hanya kepada starup yang dibuat oleh orang Indonesia, memiliki kantor di Indonesia dan Go Public di Bursa Efek Indonesia (BEI).

Ada lima perusahaan BUMN yang diarahkan untuk membantu pendanaan tersebut yaitu PT Telkom Indonesia (Persero) TBK, PT Telekomunikasi Selular (Telkomsel), PT Bank Mandiri (Persero) Tbk, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) TBK dan PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk.

Editor: Dimas Ryandi
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore