
Anggota DPR Fraksi Golkar, Firman Soebagyo mempertanyakan soal dugaan harga beras impor yang dinilainya lebih mahal ketimbang lokal.
JawaPos.com - Politisi dan pemerhati pangan dari Partai NasDem, Irma Suryani Chaniago mengaku heran dengan pernyataan Menteri Perdagangan (Mendag) Zulkifli Hasan yang terkesan memaksakan agar Indonesia segera melakukan impor beras. Menurut Irma, impor beras sesuai data BPS tidak perlu dilakukan mengingat stok beras rakyat sangat mencukupi. Apalagi pada Januari mendatang para petani di sejumlah sentra memasuki panen raya.
"Terus terang, saya bingung mendag menyatakan sudah import beras dan tinggal dikirim. Padahal data BPS yang diperkuat pernyataan para bupati, stok beras rakyat mencukupi dan stok tersedia meskipun harganya sedikit lebih mahal dari beras impor. Tetapi kualitas beras petani juga lebih bagus dari beras impor yang selama ini kita tau," ujar Irma dalam keterangan resmi yang diterima, Rabu (30/11).
Irma mengatakan, pernyataan Zulhas mengenai impor beras sangat berbahaya dan bisa memancing emosi petani yang setiap hari berjuang melakukan produksi. Disisi lain, pernyataan Zulhas juga sangat kontraproduktif dengan perintah Presiden yang mengedepankan produksi dalam negeri.
"Lah kog tiba tiba mendag import beras? Bukankah ini menjadi kontraproduktif terhadap perintah presiden dan fakta data BPS. Saya sebagai pemerhati pertanian meminta pemerintah cq. Kemendag jangan memperburuk citra presiden yang beberapa waktu lalu menyatakan kita sudah mampu swasembada pangan dan tidak perlu impor beras. Tolong mendag berfihak pada petani, kasihan petani kita," katanya.
Dikatakan Irma, semestinya Zulhas melakukan komunikasi dan duduk bersama dengan Kementerian Pertanian, Kementerian BUMN, dan Kementerian Keuangan untuk memperkuat support kepada petani.
"Perkuat dan support petani dengan ketersediaan pupuk subsidi yang cukup kuotanya sehingga ongkos produksi petani rendah. Dengan demikian harga beras bisa dikendalikan. Bukan dengan cara impor beras. Kalau cuma dengan cara instan seperti itu, di mana prestasinya?" katanya.
Sebelumnya Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan mengatakan beras impor yang dipersiapkan untuk diimpor ke Indonesia sudah resmi dibeli. Impor beras ini dilakukan untuk memenuhi pasokan cadangan beras pemerintah (CBP) di gudang Perum Bulog.
Menurutnya, jika dalam waktu 6 hari itu Kementerian Pertanian tidak mampu memenuhi kebutuhan pasokan Bulog. Maka menurutnya impor harus segera dilakukan.
"Kalau nggak salah dikasih waktu 6 hari. Kalau memang nggak ada lagi kita nggak boleh main-main. Kita harus beli agar stoknya cukup. Kita kasih terus kasih waktu agar Kementan dan Bulog bisa mencukupi kalau misalnya sudah cukup, ini biar aja itu agar confident kan," jelasnya.

Breaking News! Veda Ega Pratama Naik ke Peringkat 3 Moto3 2026 Usai Diskualifikasi Adrian Fernandez
Kronologi Lengkap Diskualifikasi Adrian Fernandez di Moto3 2026, Veda Ega Pratama Naik ke Posisi Tiga Klasemen
Hasil Practice Moto3 Hungaria 2026: Veda Ega Pratama Finis P2 dan Lolos ke Q2, Hakim Danish Justru Tersandung
Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Veda Ega Pratama Kudeta Peringkat Pertama! Update Klasemen Rookie of The Year Moto3 2026 Usai Brian Uriarte Didiskualifikasi
Sony Sonjaya Akan Ajukan Diri Jadi Justice Collaborator Kasus MBG, Janjikan Buka Nama-Nama Besar
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Kalah di Pengadilan Soal Sanksi Etik Promotor Disertasi Bahlil, Guru Besar UI: Mahasiswa Ini Bukan Main-main
Prediksi Haiti vs Peru 6 Juni 2026: Momentum Positif Les Grenadiers Uji Kebangkitan La Blanquirroja
3 Bintang Baru Sudah Deal! Persebaya Surabaya Siapkan Misi Besar Bernardo Tavares di Musim 100 Tahun
