
ILUSTRASI ROKOK ELEKTRIK (anjawbk via Pixabay)
JawaPos.com - Asosiasi Personal Vaporizer Indonesia (APVI) mendorong pemerintah menciptakan peningkatan keamanan dalam industri rokok elektrik. Aspek itu untuk mencegah malfungsi dari rokok elektrik.
Ketua Umum APVI Aryo Andrianto mengatakan, penerapan peraturan keamanan dalam produk rokok elektrik sangat penting untuk mencegah malfungsi. "Kami berharap setiap produsen dapat berpartisipasi. Asuransi keamanaan ini sangat dibutuhkan oleh konsumen," ujar Aryo Andrianto dalam keterangannya, Sabtu (30/1).
Aryo menuturkan, anggota APVI didorong berkolaborasi dalam memastikan kehadiran standar keamanaan untuk semua produk rokok elektrik. Jika industri itu berhasil untuk meningkatkan inovasi dalam bidang keamanan produk, maka akan memberikan keuntungan bagi industri. Pasalnya, pasar rokok elektrik di Indonesia terus meningkat.
Dalam opsi peningkatan standar keamanan dalam produk rokok elektrik itu, Aryo berharap pemerintah menentukan standar nasional pada tahun ini. "Saya berharap Kementerian Perindustrian (Kemenperin) menuntaskan ketentuan SNI ini," ujarnya.
Adapun negara-negara yang telah menentukan standar minimum untuk keamanan rokok elektrik adalah Selandia Baru, Kanada, dan Rusia. Di negara tersebut tidak hanya mengatur soal kemurnian dari e-liquid, juga memastikan keamanan dan keandalan baterai.
Di Indonesia, kata Aryo, industri rokok elektrik tengah berkembang. Produk itu dikategorikan sebagai hasil pengolahan tembakau lainnya (HPTL). Konsumsi rokok elekrik dapat berdampak positif pada ekonomi. Diperkirakan terdapat sekitar dua juta pengguna produk HPTL di Indonesia.
Sebelumnya, Kemenperin menyatakan komitmen untuk memulai pembahasan SNI untuk rokok elektrik pada tahun ini. Kepala Subdirektorat Minuman, Tembakau, dan Produk Penyegar Kemenperin Mogadishu Djati Ertanto beberapa waktu lalu mengatakan, saat ini pihaknya tengah menyelesaikan proses konsesus SNI untuk produk tembakau yang dipanaskan. Kemenperin mengusulkan persiapan SNI untuk rokok elektrik pada 2021.
Konsesus SNI itu agar pengguna rokok elektronik mendapat kepastian bahwa produk yang dibeli memenuhi standar minimum.
Saksikan berita berikut ini:
https://www.youtube.com/watch?v=CuWtLjiyPgw

Breaking News! Rival Veda Ega Pratama Didiskualifikasi dari Moto3 Catalunya 2026
Veda Ega Pratama Kudeta Peringkat Pertama! Update Klasemen Rookie of The Year Moto3 2026 Usai Brian Uriarte Didiskualifikasi
3 Bintang Baru Sudah Deal! Persebaya Surabaya Siapkan Misi Besar Bernardo Tavares di Musim 100 Tahun
Breaking News! Veda Ega Pratama Naik ke Peringkat 3 Moto3 2026 Usai Diskualifikasi Adrian Fernandez
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Sony Sonjaya Akan Ajukan Diri Jadi Justice Collaborator Kasus MBG, Janjikan Buka Nama-Nama Besar
Kronologi Lengkap Diskualifikasi Adrian Fernandez di Moto3 2026, Veda Ega Pratama Naik ke Posisi Tiga Klasemen
Surat Satir Sony Sanjaya ke Kepala BGN Baru Bikin Heboh, Netizen: Nanik Deyang Cepu ya Pak?
Resmi Jadi Tersangka Korupsi MBG, Sony Sonjaya Kirim Surat Satir ke Kepala BGN Baru: 'Terima Kasih Hadiah Indahnya'
Dikabarkan Deal! Persebaya Surabaya Gaet Lima Pemain Anyar, Empat Legiun Asing dan Satu Striker Lokal
