Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 28 Juni 2020 | 03.02 WIB

PIMMI Jawa Timur Usulkan Moratorium Ekspor Bahan Baku

Suasana toko ritel modern yang dipastikan Jawa Timur stok bahan pokok aman. Selasa (31/03/2020). foto Puguh Sujiatmiko/Jawa Pos - Image

Suasana toko ritel modern yang dipastikan Jawa Timur stok bahan pokok aman. Selasa (31/03/2020). foto Puguh Sujiatmiko/Jawa Pos

JawaPos.com - Perkumpulan Industri Minyak Makan Indonesia (PIMMI) Jawa Timur (Jatim) resah. Sekitar setahun terakhir, mereka kesulitan mendapatkan bahan baku. Sebab, para pengepul terus-menerus mengekspor langsung bahan baku berupa butir kelapa segar.

Pembina PIMMI Jatim Adhi Prabowo menyatakan bahwa hasil pertanian atau perkebunan mutlak tidak boleh langsung dijual ke luar negeri, harus diolah dulu agar ada nilai tambahnya. Menurut dia, kelapa seharusnya dijadikan kopra lebih dulu, lalu diolah menjadi minyak kelapa dan minyak goreng. Kemudian, minyak tersebut baru diekspor.

”Pada proses pengolahan tersebut, ada nilai tambah yang bisa meningkatkan kegiatan ekonomi domestik. Sebab, ada tenaga kerja yang kami upah,” keluhnya, Jumat (26/6).

Menurut dia, peraturan yang membolehkan atau melarang ekspor bahan baku komoditas masih abu-abu atau belum jelas. Karena itu, PIMMI Jatim akan mengajukan permohonan moratorium ke Kementerian Perdagangan (Kemendag). Harapannya, pemerintah melarang ekspor bahan baku yang belum diolah supaya tidak merugikan produsen minyak makan.

Lebih lanjut, dia menuturkan bahwa para pengepul bisa mengekspor kelapa butir dengan jumlah yang berlimpah. Yakni, 80‒100 kontainer per hari. Mayoritas pengepul itu ada di Sulawesi.

Di Surabaya ada delapan pabrik minyak makan yang 80 persen orientasinya adalah ekspor. ”Tapi sayang, sekarang produksinya terhambat karena sangat kekurangan bahan baku,” katanya. Alhasil, kinerja industri minyak makan Jatim sekarang stagnan dan bahkan cenderung turun. Kapasitas produksinya turun sampai 80 persen.

Anggota PIMMI Syaiful Rachman menambahkan bahwa devisa yang diterima negara juga akan lebih besar jika yang diekspor adalah produk yang sudah diolah. ”Di Surabaya ada sentra pengepulan kelapa. Di Puspa Agro. Mereka bisa mengirim puluhan kontainer kelapa butir ke luar negeri dalam sehari. Belum lagi yang Sulawesi dan Sumatera,” ungkapnya.

Saksikan video menarik berikut ini:

https://www.youtube.com/watch?v=XYYOimpmX78

https://www.youtube.com/watch?v=Ttt6j0l4nrc

https://www.youtube.com/watch?v=FTDuMDYXHio

Editor: Edy Pramana
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore