Ilustrasi minyak mentah dunia.
JawaPos.com - Harga minyak mentah dunia bergerak variatif pada perdagangan Rabu (4/11) pagi. Pergerakan variatif ini terjadi di tengah harapan pasar terhadap upaya perdamaian dalam konflik Rusia-Ukraina, serta Amerika Serikat dan Iran yang berpotensi meredakan gangguan pasokan minyak global.
Melansir Investing pada pukul 07:45 WIB, kontrak berjangka minyak mentah Brent turun 0,50 poin atau 0,48 persen ke level 104,27 dolar per barel atau lebih rendah jika dibandingkan dengan harga yang diperdagangkan Selasa (3/11) pagi sebesar 104,32 dolar per barel.
Sedangkan minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) Amerika Serikat naik 0,54 poin atau 0,56 persen ke level 96,63 dolar per barel atau lebih rendah jika dibandingkan dengan harga yang diperdagangkan Selasa (3/11) pagi sebesar 96,65 dolar per barel.
Melansir Reuters, Sentimen perdamaian menguat setelah Rusia mengonfirmasi rencana perundingan tiga pihak dengan Ukraina dan Amerika Serikat di Abu Dhabi pada 10–11 November 2026.
Kesepakatan untuk mengakhiri perang yang telah berlangsung sejak invasi Rusia pada 2022 berpotensi membuka kembali ruang ekspor minyak Rusia ke pasar global.
Di sisi lain, upaya diplomasi untuk meredakan konflik Amerika Serikat dan Iran juga terus berjalan.
Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Qatar menyatakan bahwa Washington dan Teheran masih berkomitmen terhadap proses mediasi serta tengah meninjau sejumlah proposal untuk mempersempit perbedaan antara kedua negara.
Meski demikian, risiko gangguan pasokan masih belum sepenuhnya mereda. Seorang pejabat senior Iran menyebut bahwa kedua negara masih jauh dari kesepakatan untuk mengakhiri perang.
Baca Juga:Harga Minyak Mentah Bergerak Variatif Usai Pertemuan Diplomatik AS-Iran, Sinyal Positif Jalur Ekspor
Sementara itu, Amerika Serikat juga baru saja melancarkan serangan ke Pulau Qeshm, Iran, yang menargetkan sistem rudal pertahanan udara.
"Meski ada sinyal positif, masih terlalu dini untuk menyimpulkan bahwa risiko eskalasi telah berlalu," tulis ING dalam catatannya.
ING menilai, kemajuan nyata dalam perundingan damai dapat memberikan tekanan lebih lanjut terhadap harga minyak dunia.
Ketegangan di kawasan Timur Tengah juga masih menjadi perhatian pasar karena blokade efektif di Selat Hormuz telah mengubah jalur distribusi energi dan prioritas investasi infrastruktur di kawasan tersebut.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Netty Pergi, Jenderal Ditangkap: Ketika Riset Doktoral Membaca Kerusakan Polri dari Dalam
7 Kebiasaan Masa Kecil yang Berpengaruh Pada Kesuksesan Anak di Masa Depan
Herri Pras Akhirnya Minta Maaf Usai Digeruduk Petarung MMA karena Hina UAH dan UAS
Profil Yudi Cahyadi, Atlet MMA yang Tantang Duel Herri Pras Usai Singgung UAS dan UAH
Mahasiswa Trisakti Geruduk Kantor Setneg Siang Ini, Tagih Janji Pemerintah soal Tritura
Prediksi Skor Lillestrom SK vs Viktoria Plzen di Liga Europa: Duel Berpotensi Berjalan Terbuka
Prediksi Skor PSIM vs Dewa United di BRI Super League: Laskar Mataram Berpeluang Beri Kejutan!
Blunder Berujung Gol, Fitrah Maulana Ungkap Perasaannya Usai Persib Menang
Upaya Restorasi 325 Hektare Hutan di TNGHS untuk Jaga Habitat Macan Tutul Jawa
Prediksi Skor Lion City Sailors vs Adelaide United di ACL Two: Tuan Rumah Diunggulkan Menang Lagi

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022