Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 9 Oktober 2026 | 14.58 WIB

Harga Minyak Dunia Melemah di Tengah Konflik Iran dan Ancaman Badai Isaias

Ilusttrasi harga minyak dunia. (Pexels/Ganesh Ramsumair) - Image

Ilusttrasi harga minyak dunia. (Pexels/Ganesh Ramsumair)

JawaPos.com - Harga minyak mentah dunia kompak melemah pada perdagangan Jumat (8/10) ditengah kekhawatiran terhadap konflik di Timur Tengah dan gangguan pasokan akibat Badai Isaias yang mendekati pesisir Teluk Meksiko, Amerika Serikat (AS). 

Melansir Investing pada pukul 07:35 WIB, kontrak berjangka minyak mentah Brent turun 0,63 poin atau 0,60 persen ke level 103,62 dolar per barel. Sedangkan minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) Amerika Serikat turun 0,47 poin atau 0,51 persen ke level 91,02 dolar per barel.

Melansir Reuters, Presiden AS Donald Trump mengatakan Washington tengah melakukan pembicaraan produktif dengan Iran. Ia juga menyatakan AS tidak akan menyerang negara tersebut sebelum pemilihan paruh waktu pada 3 November. 

Pernyataan itu meredakan sebagian kekhawatiran pasar sehingga harga minyak turun dari level tertingginya.

Di sisi lain, Iran dilaporkan sedang meninjau tanggapan AS atas proposal pembukaan kembali Selat Hormuz dalam tujuh hari. Teheran menyatakan akan memberikan jawaban dalam beberapa hari ke depan. 

Namun, ketegangan belum mereda. AS pada Kamis menjatuhkan sanksi baru terhadap Iran yang menargetkan sejumlah individu, jaringan, dan 17 kapal yang digunakan untuk mengangkut minyak mentah, produk minyak, serta petrokimia Iran.Sebelum konflik berlangsung, jalur tersebut dilalui sekitar 20% pengiriman minyak dan bahan bakar dunia.

Kepala Riset Energi MST Marquee, Saul Kavonic, mengatakan frekuensi serangan Iran terhadap kapal telah mencapai level tertinggi sejak perang dimulai dan berpotensi meningkat lebih lanjut. 

Selain konflik geopolitik, ancaman badai turut memperketat pasokan minyak. Badai Isaias mendorong perusahaan energi menghentikan sebagian operasi lepas pantai di Teluk Meksiko AS menjelang perkiraan pendaratan pada Jumat. 

Menurut data otoritas mineral laut AS, sekitar 1,3 juta barel per hari produksi minyak di kawasan tersebut telah dihentikan sementara hingga Kamis, setara dengan 62,9 persen dari produksi saat ini. 

Shell dan Chevron sebelumnya mengumumkan pengurangan operasi lepas pantai. Sementara itu, BP mengevakuasi seluruh personel dan menghentikan produksi di anjungan Na Kika serta Thunder Horse.

Editor: Nurul Adriyana Salbiah
Tags

Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022

Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore