Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 28 Agustus 2026 | 04.23 WIB

Temukan Potensi Kebocoran Ekspor Rp 88,6 Triliun, DSI mulai Petakan Ribuan Transaksi

Barang bukti dan foto tersangka dihadirkan dalam rilis penegahan ekspor emas ilegal seberat 23,793 Kilogram dengan nilai Rp.63 Miliar Rupiah di Kantor Bea Cukai Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Kamis (13/08/2026). (Hanung Hambara/Jawa Pos) - Image

Barang bukti dan foto tersangka dihadirkan dalam rilis penegahan ekspor emas ilegal seberat 23,793 Kilogram dengan nilai Rp.63 Miliar Rupiah di Kantor Bea Cukai Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Kamis (13/08/2026). (Hanung Hambara/Jawa Pos)

JawaPos.com - Potensi kebocoran dalam ekspor sumber daya alam (SDA) Indonesia mulai dipetakan PT Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI).

Dari ribuan transaksi yang dilacak lewat platform digital, ada potensi nilai sekitar USD 5 miliar atau Rp 88,6 triliun yang perlu validasi lebih lanjut.

Managing Director Business 3 Danantara Asset Management Febriany Eddy, mengatakan platform DSI sudah melacak sekitar 6.500 transaksi ekspor dengan volume 90 juta ton. Penelusuran mencakup aktivitas lewat 50 pelabuhan di 25 provinsi untuk tujuan sekitar 100 negara.

Namun, angka Rp 88,6 triliun itu belum bisa langsung disebut sebagai nilai under invoicing. DSI masih memvalidasi untuk memastikan indikasi yang ditemukan dari penelusuran awal tersebut.

Febriany bilang platform digital DSI memang dibangun untuk memperkuat tata kelola dan mengurangi potensi kebocoran dalam perdagangan SDA. "Kata kuncinya adalah penguatan tata kelola supaya ada optimalisasi sumber daya negara Indonesia ini yang memberikan optimum value," ujarnya dalam Round Table Discussion (RTD) Nagara Institute-Akbar Faizal Uncensored (AFU) di Aston Hotel Palembang, Kamis (27/8).

Platform tersebut berisi delapan mesin analitik yang membaca berbagai aspek transaksi ekspor. Analisis mencakup harga, kuantitas, kualitas, afiliasi, pengiriman, data negara tujuan, dan penerimaan.

Informasi lalu direkonsiliasi untuk mencocokkan alur dokumen, pergerakan fisik barang, dan pembayaran secara end to end. Sistem fase pertama sudah diluncurkan, tetapi masih dikembangkan bertahap.

DSI tidak membangun sistem dari awal. Mereka mengintegrasikan sejumlah platform data yang sudah ada di berbagai kementerian dan lembaga pemerintah.

Editor: Dinarsa Kurniawan
Tags

Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore