Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 18 Agustus 2026 | 05.03 WIB

Petani Muda Lampung Memaknai Kemerdekaan: Masih Berjuang Hidup Layak dari Sawah

Abidin dengan hamparan sawahnya. (Dok. Pribadi) - Image

Abidin dengan hamparan sawahnya. (Dok. Pribadi)

JawaPos.com — Hamparan tanaman padi menghijau sejauh mata memandang. Bulir-bulir padi mulai merunduk, menandai tanaman yang mendekati masa panen. 

Pagi itu, diantara barisan tanaman, Zahrun Abidin berdiri memandang sawah yang menjadi sumber penghidupannya.

Bagi petani muda asal Dusun V Rejo Mukti, Desa Ratna Daya, Kecamatan Raman Utara, Kabupaten Lampung Timur ini, sawah bukan sekadar tempat bekerja. 

Dari lahan tersebut, pangan untuk masyarakat dihasilkan sekaligus kebutuhan keluarganya dipenuhi.

Namun, memasuki usia 81 tahun Indonesia merdeka, pria yang akrab disapa Abidin itu melihat satu bentuk kemerdekaan yang masih belum sepenuhnya dirasakan petani: kemerdekaan secara ekonomi.

“Belum sejahtera secara ekonomi. Karena bahan pokok dan bahan pangan lainnya harganya juga melonjak naik,” kata Abidin kepada JawaPos.com, Senin (17/8).

Menghitung Kemerdekaan dari Ongkos Produksi

Dalam satu musim tanam, Abidin harus menyiapkan biaya sekitar Rp 6 juta untuk setiap hektare lahan. Pengeluaran itu digunakan untuk berbagai kebutuhan produksi, mulai dari pupuk hingga obat-obatan untuk mengatasi serangan hama.

“Yang paling membengkak adalah di pupuk subsidi karena membutuhkan banyak apalagi kalau musim banyak hama jadi membutuhkan obat-obatan dari toko pertanian,” ujarnya.

Editor: Estu Suryowati
Tags

Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore