
ILUSTRASI PERKEBUNAN SAWIT. (DIMAS PRADIPTA/JAWAPOS.COM)
JawaPos.com - Rencana Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jambi memberlakukan moratorium pembangunan Pabrik Kelapa Sawit (PKS) baru mendapat penolakan dari Perkumpulan Organisasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (POPSI) bersama Jaringan Petani Sawit Nasional (JPSN) Jambi.
Menurut Ketua Umum POPSI Mansuetus Darto, penghentian sementara pembangunan PKS bukan solusi yang tepat untuk membenahi tata kelola industri sawit di daerah tersebut. Kebijakan moratorium justru berpotensi menambah beban petani sawit swadaya.
Terbatasnya jumlah Pabrik Kelapa Sawit dinilai dapat membuat petani harus menempuh jarak lebih jauh untuk menjual tandan buah segar (TBS), sehingga biaya angkut meningkat dan posisi tawar petani terhadap pembeli semakin lemah.
"Petani swadaya saat ini sudah menanggung biaya angkut TBS sekitar Rp 200 hingga Rp 300 per kilogram karena jarak ke pabrik yang terlalu jauh," ujar Darto dalam keterangannya.
Rencana moratorium pembangunan PKS tersebut tertuang dalam Surat Gubernur Jambi Nomor 1637/DISBUN3/VII/2026 tertanggal 27 Juli 2026. Surat tersebut berisi permintaan data PKS kepada delapan kabupaten di Provinsi Jambi sebagai bagian dari kajian mengenai rencana moratorium.
Meski menolak moratorium, Darto mengakui tata kelola pembangunan pabrik kelapa sawit di Jambi memang perlu diperbaiki. Pemerintah perlu melakukan pendataan terhadap kapasitas PKS yang telah terpasang di setiap zona dan menyesuaikannya dengan ketersediaan pasokan TBS di wilayah tersebut.
Dia menilai kapasitas pabrik kelapa sawit yang terlalu besar dibandingkan pasokan TBS dapat memunculkan persoalan baru. Salah satunya adalah persaingan usaha yang tidak sehat antarpabrik dalam mendapatkan bahan baku.
"Yang diperlukan bukan moratorium, tetapi penataan. Pemerintah harus memetakan zonasi kebun swadaya dan menghitung kebutuhan kapasitas pabrik kelapa sawit di setiap wilayah," tegasnya.
Darto meminta pemerintah lebih selektif dalam memberikan izin pembangunan pabrik kelapa sawit yang tidak memiliki kebun sendiri. Pembangunan pabrik semacam itu perlu dihindari, terutama jika lokasinya berada di sekitar atau bahkan di tengah kawasan kebun plasma. Karena, dapat mengganggu tata niaga TBS dan pola kemitraan yang telah berjalan.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Besan KDM Komjen Karyoto Dimutasi dari Jabatan Kabaharkam Jelang Pensiun
Prediksi Semen Padang vs PSPS Pekanbaru: Kabau Sirah Incar 3 Poin, Askar Bertuah Siap Bikin Kejutan!
Rekam Jejak Wadankor Brimob Irjen Victor Alexander Lateka, dari Densus 88 hingga BIN
Prediksi Skor Kosta Rika vs Haiti di CONCACAF: Les Grenadiers Bisa Menang Tipis
Prediksi Skor Irlandia vs Israel: The Green Army Diunggulkan Menang
Prediksi Skor Kosovo vs Austria di Liga Nations UEFA: Das Team Perpanjang Rekor Tak Terkalahkan
Prediksi Deltras FC vs Persiba: Leonard Tupamahu Hafal Gaya Main Tamu
Prediksi Skor Siprus vs Latvia di Liga Nations UEFA: I Galanolefki Menang Tipis di Neo GSP
Prediksi Susunan Pemain Yunani vs Jerman: Klopp Butuh Sentuhan Wirtz
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022