Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 1 Agustus 2026 | 00.41 WIB

Sambut Usulan Bulog Soal Pasokan Beras untuk MBG, Kepala BGN Sudaryono: Buat Buffer Pasokan

Kepala BGN Sudaryono. (Istimewa) - Image

Kepala BGN Sudaryono. (Istimewa)

JawaPos.com – Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono merespons positif usulan Perum Bulog terkait penggunaan beras untuk mendukung pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Menurutnya, beras yang diusulkan bukan merupakan beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP), melainkan beras premium milik Bulog.

Sudaryono menjelaskan, keterlibatan Bulog dalam program MBG diproyeksikan sebagai penyangga (buffer) pasokan, terutama di daerah yang mengalami keterbatasan stok beras. Langkah itu dinilai penting agar kebutuhan beras untuk dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) tidak memicu kenaikan harga di daerah.

"Usulan dari Dirut Bulog itu bukan beras SPHP, bukan beras stabilisasi harga pasokan pangan bukan. Yang beras medium SPHP bukan, tapi yang menjadi usulan beras Bulog adalah beras premium-nya Bulog," kata Sudaryono di Kantor BGN, Jakarta Pusat, Jumat (31/7).

Ia menuturkan Bulog memiliki peran strategis sebagai lembaga negara, yakni menjaga stabilitas harga sekaligus memastikan ketersediaan stok pangan.

"Maka usulan dari Bulog tadi kami memandang positif terkhusus untuk daerah-daerah yang memang misalnya jangkauan atau persebaran atau stok berasnya memang dirasa minim," ujarnya.

Menurut Sudaryono, BGN tetap memprioritaskan penggunaan bahan pangan lokal dalam pelaksanaan MBG agar program tersebut mampu menggerakkan perekonomian daerah. Namun, apabila terjadi kekurangan pasokan beras di suatu wilayah, Bulog akan dilibatkan sebagai penyangga.

"Jangan sampai kemudian ada dapur ada SPPG ada kegiatan MBG di situ mengambil katakanlah beras lokal ya atau beras yang beredar di situ kemudian menjadi gejolak kenaikan harga di kabupaten atau wilayah itu," ucapnya.

Ia menegaskan, keterlibatan Bulog bertujuan menjaga stabilitas harga dan mencegah kelangkaan stok tanpa menggeser komitmen BGN untuk menyerap hasil produksi lokal.

"Jadi kami memastikan BGN untuk mengambil bahan-bahan di lokal itu prioritas. Manakala nanti di kemudian hari misalnya kemudian ada kekurangan beras, nah maka baru sebagai buffer kami ingin melibatkan Bulog supaya tidak kemudian terjadi gejolak harga dan kelangkaan stok di wilayah tertentu," tutur Sudaryono.

Editor: Bintang Pradewo
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore