
GAPKI tekankan riset terapan sawit harus aplikatif dan jawab kebutuhan industri untuk atasi masalah Ganoderma dan dukung SDM sawit. (Istimewa)
JawaPos.com - Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) menegaskan bahwa riset di sektor kelapa sawit harus mampu menjawab kebutuhan nyata industri, bukan sekadar menghasilkan publikasi ilmiah.
Ketua Umum GAPKI Eddy Martono mengatakan, industri sawit membutuhkan inovasi yang lahir dari riset terapan untuk menjawab berbagai persoalan di lapangan.
"Industri kelapa sawit membutuhkan riset yang mampu memberikan solusi nyata terhadap berbagai tantangan yang dihadapi," ujar Eddy dalam keterangan yang diterima, Selasa (21/7).
Eddy mengatakan, salah satu persoalan yang mendesak adalah serangan jamur Ganoderma yang menyebabkan tanaman kelapa sawit mati. Bahkan, penyakit tersebut kini mulai ditemukan pada tanaman hasil peremajaan generasi awal.
"Ganoderma menjadi contoh mengapa riset terapan sangat dibutuhkan. Kita memerlukan teknologi yang tidak hanya mampu mendeteksi lebih dini, tetapi juga menemukan cara pengendaliannya. Persoalan seperti ini sangat dirasakan perusahaan maupun petani sawit," ujarnya.
Karena itu, GAPKI mendorong perguruan tinggi menyusun tema penelitian yang selaras dengan kebutuhan industri. Dengan begitu, hasil penelitian mahasiswa maupun akademisi tidak berhenti sebagai karya ilmiah, tetapi dapat diimplementasikan untuk mendukung pengembangan industri sawit nasional.
"Mahasiswa dan peneliti perlu melihat kebutuhan industri terlebih dahulu. Kalau memahami persoalan yang dihadapi di lapangan, maka riset yang dihasilkan akan lebih tepat sasaran dan memberikan manfaat yang nyata," ucapnya.
Adapun, Komitmen tersebut ditegaskan melalui penandatanganan Komitmen Bersama antara Direktorat Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian, Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP), dan GAPKI dalam mendukung Program Pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) Perkebunan melalui Beasiswa Kelapa Sawit.
Komitmen bersama tersebut juga menjadi langkah strategis memperkuat sinergi pemerintah, perguruan tinggi, dan pelaku usaha dalam mencetak SDM sawit yang kompeten sekaligus mendorong lahirnya riset yang aplikatif.
Melalui kerja sama tersebut, ketiga pihak akan mendukung pelaksanaan program beasiswa, mulai dari sosialisasi, penyebarluasan informasi, fasilitasi calon penerima beasiswa, hingga memperkuat keterkaitan antara dunia pendidikan dan kebutuhan industri.

Menurut Psikologi, Orang yang Tidak Pernah Mengunggah Foto Dirinya di Media Sosial Kerap Kali Memiliki 8 Sifat Mengejutkan Ini
Taruhan 3 Hektar Kebun Sawit Rp 420 Juta demi Final Spanyol vs Argentina Viral, Vincent jadi Saksi
Sarwendah Dikabarkan Hengkang dari Rumah Cilandak, Begini Komentar Pihak Ruben Onsu
Eks Bek Persib dan Persija Erik Setiawan Jadi Perbincangan Setelah Tuduhan Mantan Istrinya Viral
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
Atlet Golf Putri Indonesia Diduga Diculik, Sedang Rayakan Ultah Nenek di Restoran Tiba-tiba Disergap 5 Pria
Menlu Iran Ungkap Dugaan Kebocoran Intelijen di Jantung Kekuasaan, Serangan yang Tewaskan Khamenei Dinilai Sudah Diketahui Musuh
Hotman Paris Sampaikan Permintaan Maaf usai Diduga Hina Wartawan "Lu punya otak enggak sih?"
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Polisi Periksa Saksi dan CCTV, Ungkap Dugaan Penculikan Atlet Golf Putri Indonesia Jesslyn Wijaya
