Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 19 Juli 2026 | 02.40 WIB

Anak Kalangan Mampu Tak Dapat MBG Ternyata Masih Wacana, BGN: Masih Kita Kaji

Tiga pimpinan Badan Gizi Nasional (BGN): Nanik S Deyang sebagai Kepala BGN; Agustina Arumsari dan Mayjen TNI Trenggono sebagai Wakil Kepala BGN melakukan konferensi pers perdana di Kantor BGN, Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Kamis (4/6)/(Dimas Choirul/JawaPos.com) - Image

Tiga pimpinan Badan Gizi Nasional (BGN): Nanik S Deyang sebagai Kepala BGN; Agustina Arumsari dan Mayjen TNI Trenggono sebagai Wakil Kepala BGN melakukan konferensi pers perdana di Kantor BGN, Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Kamis (4/6)/(Dimas Choirul/JawaPos.com)

JawaPos.com - Rencana anak atau siswa dari kalangan ekonomi mampu tidak menjadi penerima Makan Bergizi Gratis (BGN), ternyata masih dikaji. Padahal, itu sebelumnya disebut sebagai langkah efisiensi anggaran yang dilakukan Badan Gizi Nasional (BGN).

“Itu masih kita kaji lagi. Memang sudah ada wacana ke sana, tapi masih kita kaji lagi,” kata Wakil Kepala BGN Trenggono saat ditemui usai rapat kerja dengan Komisi IX DPR RI di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, dikutip Antara, Jumat (17/7).

Dikatakan Trenggono, BGN belum memerinci kriteria penerima manfaat MBG ke depan, termasuk kelompok desil maupun jenis sekolahnya. Namun, ia menekankan bahwa program itu akan diprioritaskan kepada kelompok yang membutuhkan.

Menurutnya, kajian tersebut ditargetkan rampung dalam waktu satu bulan, bersamaan dengan evaluasi terhadap berbagai aspek lain dalam pelaksanaan program sesuai tenggat yang diberikan Presiden Prabowo Subianto.

“Hasilnya akan disampaikan setelah kajian kita selesai. Semua ini masih kita adakan pengkajian dulu,” ucapnya.

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto menginstruksikan jajarannya untuk mengkaji ulang sasaran program MBG agar lebih diprioritaskan bagi kelompok yang membutuhkan, termasuk masyarakat di desil bawah dan daerah rawan stunting.

Wakil Kepala BGN Agustina Arumsari mengatakan Presiden meminta seluruh masukan terkait pelaksanaan MBG dikaji terlebih dahulu sebelum pemerintah mengambil keputusan.

Menurut dia, Presiden mengarahkan agar program tersebut lebih difokuskan kepada kelompok masyarakat yang benar-benar membutuhkan.

“Yang perlu diefisienkan, yang tidak harus menerima lagi program MBG, ya, silakan tidak usah menerima lagi, tetapi mereka yang berada di desil yang di bawah, di daerah yang tertinggal, di daerah yang bervalensi stunting-nya tinggi silakan diberikan,” katanya.

Editor: Estu Suryowati
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore