
Tiga pimpinan Badan Gizi Nasional (BGN): Nanik S Deyang sebagai Kepala BGN; Agustina Arumsari dan Mayjen TNI Trenggono sebagai Wakil Kepala BGN melakukan konferensi pers perdana di Kantor BGN, Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Kamis (4/6)/(Dimas Choirul/JawaPos.com)
JawaPos.com - Rencana anak atau siswa dari kalangan ekonomi mampu tidak menjadi penerima Makan Bergizi Gratis (BGN), ternyata masih dikaji. Padahal, itu sebelumnya disebut sebagai langkah efisiensi anggaran yang dilakukan Badan Gizi Nasional (BGN).
“Itu masih kita kaji lagi. Memang sudah ada wacana ke sana, tapi masih kita kaji lagi,” kata Wakil Kepala BGN Trenggono saat ditemui usai rapat kerja dengan Komisi IX DPR RI di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, dikutip Antara, Jumat (17/7).
Dikatakan Trenggono, BGN belum memerinci kriteria penerima manfaat MBG ke depan, termasuk kelompok desil maupun jenis sekolahnya. Namun, ia menekankan bahwa program itu akan diprioritaskan kepada kelompok yang membutuhkan.
Menurutnya, kajian tersebut ditargetkan rampung dalam waktu satu bulan, bersamaan dengan evaluasi terhadap berbagai aspek lain dalam pelaksanaan program sesuai tenggat yang diberikan Presiden Prabowo Subianto.
“Hasilnya akan disampaikan setelah kajian kita selesai. Semua ini masih kita adakan pengkajian dulu,” ucapnya.
Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto menginstruksikan jajarannya untuk mengkaji ulang sasaran program MBG agar lebih diprioritaskan bagi kelompok yang membutuhkan, termasuk masyarakat di desil bawah dan daerah rawan stunting.
Wakil Kepala BGN Agustina Arumsari mengatakan Presiden meminta seluruh masukan terkait pelaksanaan MBG dikaji terlebih dahulu sebelum pemerintah mengambil keputusan.
Menurut dia, Presiden mengarahkan agar program tersebut lebih difokuskan kepada kelompok masyarakat yang benar-benar membutuhkan.
“Yang perlu diefisienkan, yang tidak harus menerima lagi program MBG, ya, silakan tidak usah menerima lagi, tetapi mereka yang berada di desil yang di bawah, di daerah yang tertinggal, di daerah yang bervalensi stunting-nya tinggi silakan diberikan,” katanya.

Alasan Mengapa Jude Bellingham Menampar Pemain Argentina Setelah Inggris Tersingkir dari Piala Dunia 2026
Rekor Pertemuan Lengkap Argentina vs Spanyol, Mencari Juara Sejati di Final Piala Dunia 2026
Menteri PU Dody Hanggodo Ungkap 10.000 Pegawai Terindikasi Judol dan Masalah Absensi
Analisis Prediksi Bursa Inggris vs Argentina di Piala Dunia 2026: La Albiceleste Sudah Teruji hingga 120 Menit
Komedian Temon Kristen Tapi Punya Banyak Istri, Begini Kata Pihak Keluarga
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
Profil Simson Rarameha Ngadang alias Temon: Lulusan Psikologi UI yang Memilih Jadi Komedian
Analisis Prediksi Bursa Spanyol vs Argentina di Piala Dunia 2026: La Roja Lebih Dijagokan Juara Piala Dunia 2026
Jude Bellingham Ungkap Adu Argumennya dengan Lionel Messi saat Inggris Tumbang dari Argentina di Semifinal Piala Dunia 2026
3 Fakta Statistik yang Untungkan Spanyol Kalahkan Argentina di Final Piala Dunia 2026, Luis de la Fuente Punya Pola Juara
