Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 19 Juli 2026 | 00.03 WIB

FITRA Ingatkan Kopdes Merah Putih Berpotensi Gerus UMKM dan Usaha Lokal di Desa

Aktivitas Koperasi Merah Putih Melawai, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. (Dimas Choirul/Jawapos.com) - Image

Aktivitas Koperasi Merah Putih Melawai, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. (Dimas Choirul/Jawapos.com)

JawaPos.com - Peneliti Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran (FITRA), Badiul Hadi, menilai keberadaan Kopdes Merah Putih berpotensi menggerus usaha lokal apabila masuk ke sektor usaha yang selama ini telah dijalankan oleh pelaku usaha mikro kecil menengah (UMKM).

Pasalnya, Kopdes Merah Putih memperoleh dukungan modal, subsidi, dan akses distribusi dari pemerintah sehingga menciptakan persaingan yang tidak seimbang.

"Potensi menggerus usaha lokal sangat mungkin terjadi apabila koperasi masuk ke sektor yang telah dijalankan UMKM dengan dukungan modal, subsidi, dan akses distribusi dari negara. Persaingan menjadi tidak seimbang," ujar Badiul kepada JawaPos.com, Sabtu (18/7).

Badiul mengatakan, effek yang akan diberikan oleh Kopdes Merah Putih hanya akan muncul jika koperasi berfungsi sebagai agregator, bukan kompetitor pelaku usaha desa.

Lanjutnya, ia menilai Kopdes Merah Putih seharusnya berperan sebagai pengungkit ekonomi, bukan menjadi pelaku usaha yang justru mengambil pangsa pasar anggotanya sendiri.

"Kopdes Merah Putih seharusnya menjadi economic enabler, bukan pelaku usaha yang mengambil pasar anggota. Fokusnya harus pada pengadaan bersama, pengolahan hasil produksi, perluasan akses pembiayaan, penguatan logistik, pemasaran, hingga digitalisasi," ujarnya.

Menurutnya, pendekatan tersebut akan memperkuat daya saing pelaku UMKM di desa tanpa memindahkan keuntungan dari pelaku usaha lokal ke lembaga baru.

"Dengan begitu, koperasi berfungsi memperkuat daya saing UMKM, bukan memindahkan keuntungan dari pelaku usaha lokal ke lembaga baru," ucapnya.

Badiul melanjutkan, jika dibandingkan dengan usaha ritel Kopdes Merah Putih akan sulit bersaing secara langsung. Ia menjelaskan dengan jaringan ritel modern yang memiliki keunggulan dari sisi permodalan, teknologi, hingga efisiensi rantai pasok.

“Meniru model minimarket justru menjadi jebakan. Koperasi harus membangun keunggulan pada ekonomi lokal, jejaring anggota, dan layanan yang tidak dapat diberikan ritel modern," katanya.

Editor: Estu Suryowati
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore